H-7 Idul Fitri Harga Daging Stabil

Bagikan Bagikan
Suasana jual beli daging ayam di pasar sentral Timika
SAPA (TIMIKA) - Satu minggu menjelang hari raya Idul Fitri, harga daging seperti ayam dan sapi dipasar Sentral masih stabil.

Haji Intan salah satu penjual daging di Pasar Sentra saat ditemui Salam Papua mengatakan, menjelan hari raya Idul Fitri untuk harga daging baik daging ayam dan sapi, masih normal. Pasalnya ketersediaan daging ayam dan daging sapi yang bisa mencukupi hingga usai lebaran. Dengan demikian tidak ada kenaikan harga.

"Harga masih normal," kata Haji Intan, Senin (19/6).

Haji Intan menjelaskan, beberapa hari terakhir banyak pengunjung yang menanyakan harga daging, karena takutnya harga daging sudah naik dipasaran, namun dirinya dan penjual daging ayam menepis rumor tersebut kalau biasanya menjelang hari raya harga daging sering melonjak.

"Ada pembeli yan datang tanya harga karena mereka takut kalau ada kenaikan harga daging," kata Haji Intan.

Ia memyampaikam bahwa harga daging ayam kisaran Rp35 ribu sampai Rp40 ribu, sementara itu untuk daging sapi Rp 120 ribu, hati sapi Rp 60 ribu, jantung sapi Rp 75 ribu, dan paruh sapi seharga Rp 80ribu, harga ikan Bandeng seharga Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu. ia juga mengatakan, hampir semua daging tersebut didatangkan dari Surabaya.

"Didatangkan dari Surabaya," terangnya.

Hal senada diungkapakan oleh Udin penjual daging di Pasar Sentra mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kenaikan harga baik daging ayam maupun sapi, ikan bandeng bahkan ikan bawal, para penjual sepakat menyamakan harga daging.

"Harga masih normal, baik ayam, sapi dan ikan," kata Udin saat ditemui Salam Papua di Pasar Sentra, Senin (19/6).

Namun saat ini. Udin mengungkapkan bahwa, minat pembeli sudah berkurang, akibat dari akses jalan masuk ke pasar basah yang sudah rusak parah, sehingga banyak pedagang yang mengalihkan lapaknya keluar pinggir jalan. Ia juga berharap agar Pemerintah bisa memperbaikinya sehingga aktivitas perekonomian bisa berjalan seperti biasa.

"Pembeli sudah berkurang karena jalan rusak-rusak," kata Udin. (Ricky Lodar)                        

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment