Habis Cekcok, Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri

Bagikan ke Google Plus
Korban saat berada di RSUD Mimika
SAPA (TIMIKA) - AHR (33), seorang pria yang kesehariannya sebagai tukang ojek, ditemukan tewas gantung diri di bawah tandon (penampung) air, pada Rabu (28/6) dini hari, sekitar pukul 00.30 Wit di Gang Veteran, Jalan Sam Ratulangi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Salam Papua menyebutkan, sebelum ditemukan tewas gantung diri,  pada Selasa (27/6) malam, sekitar pukul 00.00 Wit sekitar pukul 00.00 Wit korban cekcok (perang mulut) dengan istrinya. Namun penyebab cekcok belum diketahui, dikarenakan istri korban masih dalam pemeriksaan pihak Kepolisian.

"Sebelum ditemukan gantung diri, korban awalnya cekcok mulut dengan istrinya, pada Selasa (27/6) malam, sekitar pukul 00.00 Wit," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (28/6) pagi.

Kata Dion, untuk kronologis kejadian, menurut keterangan saksi bahwa pada Selasa (27/6) sekitar pukul 00.00 Wit, korban cekcok dengan istri. Selanjutnya korban keluar rumah tanpa pamit. Selang 30 menit kemudian, istri korban pun keluar rumah. Namun sang istri terkejut setelah mendapati korban sudah gantung diri dengan seutas tali jemuran, yang diikat pada rangka kayu tempat tandon air.

Lanjut Dion, dari kejadian itu istri korban kembali ke rumah mengambil pisau dapur, untuk memotong tali yang menjerat leher korban. Selanjutnya sang istri berteriak kepada tetangga kontrakan rumah, dan datang dua orang AG dan JPK untuk membantu korban.

"Korbanpun dievakuasi oleh anggota Perintis Polres Mimika ke RSUD. Namun oleh petugas medis dipastikan korban telah meninggal dunia,"jelasnya.

Lanjutnya, jenasah korban rencananya akan dikirim ke Jakarta oleh keluarga korban. Dan kasus ini masih dalam penyelidikan, dimana pihaknya sudah meminta keterangan tiga orang saksi, termasuk istri korban.

" Kasus ini  masih dalam penyelidikan, dan saat ini sudah tiga orang saksi termasuk istri korban sudah dimintai keterangan,"terangnya.(Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment