Hari Ini Ratusan Guru Honorer Gelar Demo Tuntut Insentif

Bagikan Bagikan
Demo guru tuntut insentif di Graha Eme Neme yauware
SAPA (TIMIKA) - Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Solidaritas Guru Kabupaten Mimika mulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMP berkumpul di halaman gedung Graha Eme Neme Jaware untuk mempersiapkan aksi demo berkaitan dengan dana insentif guru yang sudah dua semester belum dibayarkan oleh Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) kepada mereka.

Ketua Solidaritas Guru Kabupaten Mimika Alexander Rahawarin mengatakan, sebanyak 900 lebih guru dari TK, SD dan SMP tidak semua memiliki basic ilmu sebagai seorang guru sehingga setelah diangkat menjadi aparaturs sipil negara (ASN) mereka ditempatkan di SKPD-SKPD sehingga  terjadi kekurangan tenaga pengajar disekolah-sekolah.

“Karena itu kalau dibilang terjadi pembengkakan jumlah guru  maka itu sangat tidak masuk akal, pasalnya banyak sekolah yang kini kekurangan guru dan membutuhkan guru honorer," kata Alexander saat ditemui wartawan di halaman Graha Eme Neme Jaware, Rabu (14/6).

Menurut dia, Dispendasbud sebenarnya mengetahui persis jumlah guru honorer yang berada di Mimika baik yang bertugas di dalam kota, pinggiran, pesisir, bahkan pedalaman. Ini terjadi karena setiap bulan ada laporan bulanan yang dikirim dari sekolah-sekolah ke Dinas. Bahkan ada juga daftar nama nominasi guru sesuai TMT. Apabila data tersebut tidak ada maka hal tersebut merupakan suatu kesengajaan yang dilakukan oleh Dispendasbud.

"Jadi kalau terjadi pembengkakan, saya pikir dinas sudah tahu jumlah guru tapi mereka sengaja tidak tahu," jelas Alex.

Lanjut Alexander, sangat mengherankan karena selama ini masalah ini tidak pernah terjadi permasalahan pada Dispenmen.  Artinya yang tidak berstatus honorer saja pembayaran hak-hak mereka tidak terkendala, dan kenapa hal tersebut hanya terjadi pada Dispendasbud. 

Dengan demikian ini menjadi kelalaian dari Kepala Dispendasbud Yeni Usmani. Ia meminta agar bertanggung jawab terhadap permasalahan ini, dan apabila tidak bisa sebaiknya Kadispendasbud dicopot dari jabatannya, supaya Bupati tidak digiring ke hal-hal yang tidak baik.

"Saya heran, kenapa ada masalah di Dispendasbud saja tapi kenapa Dispenmen tidak? Jadi Yeni Usmani harus bertanggung jawab, bila perlu dicopot dari jabatan saja," lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, sebenarkan aksi demo yang hendak dilakukan telah direncanakan dari jauh-jauh hari. Namun sebagai orang-orang mempunyai tanggung jawab kepada bangsa dan negara, apalagi bertepatan dengan agenda nasional, sehingga aksi akan dilakukan pada esok hari (hari ini-Red) untuk menuntut hak-hak guru honorer.

"Sebenarnya kami sudah mau demo tapi saya imbau dilakukan besok (hari ini-Red) karena ada pelaksanaan agenda nasional. Besok (hari ini-Red) baru kami akan demo tuntut pembayaram insentif kami, karena kami terdaftar sebagai guru nasional,"  katanya.                        

Setelah pelaksanaan aksi di Eme Neme Yauware, massa akan melakukan demo di Pusat Pemerintahan, pada Kamis (15/6) (hari ini-Red). (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Tak bisa dipungkiri,guru merupakan Pahlawan.Guru adalah Pejuang untuk Kejayaan Bangsa. Bahkan ada quote “pahlawan tanpa tanda jasa” yang tersematkan disetiap sebutan Profesi ini. Guru merupakan Orang Tua kedua kita. Mereka mengajarkan kita tanpa pernah kenal lelah dan mengeluh. Dengan sabar dan telaten Bapak dan Ibu Guru yang sangat berjasa mengajarkan kita tentang Ilmu yang bermanfaat. Guru Akademis,Guru Agama,mereka layak disebut Pahlawan. Pahlawan dengan Apresiasi yang sangat minim oleh Pemerintah kita. Bahkan bisa disebut kurang layak. Jangan tanyakan kesejahteraan Guru-apalagi dipedalaman negeri kita-kepada Pemerintah. Jawabannya selalu sama, “ Sedang diusahakan”.

    ReplyDelete