Hasil WTP Mimika Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Bagikan ke Google Plus
Johan Rumkorem 
SAPA (TIMIKA) - Sekjen Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi ( KAMPAK ) Papua Wilayah DKI Jakarta, Johan Rumkorem mengatakan, hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih oleh beberapa daerah di Papua, terlebih khusus Mimika dinilai terdapat kejanggalan karena laporan diatas kertas berbeda dengan kenyataan di lapangan.

"Masalah WTP ini memang janggal karena hasil pantauan yang KAMPAK lakukan  di lapangan memang  berbeda," kata Johan saat dihubungi Salam Papua via telpon, Sabtu (17/6).

Johan menjelaskan, hasil WTP yang didapat Pamkab Mimika terdapat kejanggalan sehingga telah menjadi pantauan dan perhatian dari KAMPAK Papua dan KPK, karena hasil WTP yang didapat Mimika selama dua tahun berturut-turut yakni 2015 dan 2016 secara administrasi telah memenuhi syarat karena dilihat berdasarkan kewajaran, namun secara fisik sangat parah dan memprihatinkan.

Lanjut Johan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa SKPD untuk mencari kebenarannya, dan terbukti indikasi terjadi mark up. Contoh kasus yang sering terjadi berkaitan dengan perjalanan dinas ke luar daerah, dalam laporan orang yang melakukan perjalanan ada 10 orang, namun kenyataan di lapangan hanya 2 atau 3 orang selanjutnya untuk menutupi hal tersebut mereka menyiasati dengan membuat kwintasi palsu.

Dirinya berharap agar BPK tidak hanya melakukan pemeriksaan laporan keuangan daerah secara administrasi tetapi sebisanya turun langsung ke lapangan untuk melihat secara langsung keadaan fisiknya. Pasalnya bukti fisik tersebut merupakan acuan untuk menentukan hasil WTP dari suatu pemerintahan. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment