Hotel Horison Ultima Akan Grand Opening 12 Agustus

Bagikan ke Google Plus
Komisaris Utama Horison Ultima Rusli Gunawan menyerahkan potongan tumpeng kepada Vice Presiden MGM Antonius Eko
SAPA (TIMIKA) – Hotel Horison Ultima Timika yang beralamat di Jalan Hasanuddin direncanakan akan Grand Opening pada 12 Agustus 2017. Hal ini disampaikan Komisaris Utama Hotel Horison Ultima, Rusli Gunawan dalam acara syukuran sekaligus penyerahan operasional hotel dari pemilik saham (owner) kepada pihak manajemen, Jumat (16/6).

Rusli Gunawan mengatakan dalam acara syukuran ini tidak satu pejabat pun yang diundang karena ini bukan grand opening. Setelah penyerahan dari owner kepada manajemen, Hotel Horison Ultima belum dibuka untuk menerima tamu. Hal ini sesuai dengan kesepakatan dewan direksi, dengan melihat kondisi hotel dimana masih ada beberapa titik yang harus disempurnakan. Dengan demikian diputuskan satu Juli baru dibuka untuk menerima tamu.

“Setelah satu Juli akan dilihat kembali untuk melaksanakan grand opening dan direncanakan dilaksanakan pada 12 Agustus. Dan pada hari itu kita akan undang semua pejabat, tokoh masyarakat dan tokoh adat,” kata Gunawan.

Gunawan menjelaskan, tidak ada investor dari luar yang ikut membangun hotel ini, semuanya merupakan pengusaha yang ada di Papua. Dengan dibukanya hotel bintang empat ini, maka akan ada perekrutan tenaga kerja, menambah pendapatan asli daerah (PAD). Disini tidak ada objek wisata tetapi merupakan kabupaten transit. 

Hotel ini memiliki 131 kamar yang bisa digunakan pada PON XX tahun 2020 nanti.  Untuk pengelolaan, owner Owner telah melakukan MOU dengan PT  Metropolitan Golden Manajemen (MGM) selama 10 tahun. 

"Kami berpesan kepada MGM, olahlah dengan baik dan sebaik mungkin. Setelah 10 tahun berakhir jangan tinggalkan air mata, tapi tinggalkanlah mata air untuk kami," tuturnya. 

Rusli Gunawan kemudian mengundang owner Sumali yang merupakan pencetus berdirinya Hotel Horison Ultima. Ia menceritakan pada 2014 lalu, ia mengantar anaknya ke Sidney, Australia untuk kuliah. Saat kembali dari Sidney ia transit di Bali dan mencari hotel untuk menginap dan mendapat hotel dengan harga menginap 1,3 juta dengan luas hotel yang tidak seberapa. 

"Kenapa di Bali tanah kecil bisa bangun hotel, sedangkan saya punya di Timika luas begitu tidak bisa? Pak Gunawan bisa bantu saya, hotel ini bisa buka dan diselesaikan dan bisa sampai hari ini," kata Sumali sambil menitikkan air mata haru. 

Hotel merupakan cita-cita dari pak Sumali untuk menjadikan ikon di Timika, pada saat itu beliau berencana akan menjual kepada pihak lain tetapi tidak disetujui karena tentu akan mempengaruhi pengusaha-pengusaha di Timika. 

"Apalagi kalau dibeli oleh grup besar dari luar? Ini adalah cita-cita dari Pak Sumali kalau dijual maka hilanglah cita-cita yang telah bapak capai," kata Gunawan. 

Steven Tan, Wakil Direktur Hotel Horison Ultima mengatakan, hotel ini dibangun dengan keyakinan dan kemudian menjadi komitmen, diharapkan membawa berkah dan menambah suasana baru bagi masyarakat Timika dan juga menjadi salah satu ikon di Timika. 

Vice President of Operasional PT. Metropolitan Golden Manajemen (MGM), Antonius Eko mengatakan, PT MGM berkomitmen untuk melebarkan sayapnya dalam dunia perhotelan di Indonesia Timur. Papua menjadi pilihan Horison Hotel Group untuk kembali mengenalkan dunia perhotelan Indonesia. 

Antonius menjelaskan Hotel Horison Ultima memiliki 131 kamar, 3 ruang meeting, lounge dan coffee shop yang tentu akan menjamin kenyamanan kepada tamu sesuai dengan harapan owner dan PT MGM sendiri.

“Dengan fasilitas yang lengkap dan mengutamakan kenyamanan, kami membawa international standard service dan fasilitas yang dapat meningkatkan tujuan pariwisata terutama di wilayah Indonesia Timur. Horison itu Indonesia banget! Pelayanan prima dengan budaya lokal didalamnya. Jadi bicara Horison bicara budaya Indonesia,” katanya.

Dijelaskan, pengembangan yang dilakukan menjadi soul bagi MGM bagaimana berkoordinasi dengan owner. Dirinya sudah bertemu dengan beberapa calon tamu dan rata-rata mereka sudah bertanya-tanya tentang harga dan fasilitas.

“Banyak industri dan perdagangan di sini, sehingga segmentasi marketnya lebih condong ke bisnis. Beberapa meeting yang sudah direncanakan di bulan Juli,” katanya.

Perbedaan Horison dengan hotel-hotel milik MGM lainnya cukup signifikan, pertama dari sizing area, jumlah kamar diatas seratus, dan ada area fitnes dan spa baik spa single maupun spa double yang berada di lantai tiga.

“Kita tidak datang untuk opening langsung selesai, ada beberapa auditing lainnya yang akan kami lakukan sebulan sekali. Tidak hanya mengembangkan bisnis owner tetapi juga bagaimana mengembangkan masyarakat sekitar dan mengangkat kearifan lokal,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Rusli Gunawan yang didampingi oleh owner dan diserahkan kepada Vice President PT MGM. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dari PT MGM kepada pihak manajemen. Kemudian dilanjutkan dengan doa penutup oleh Pendeta Abraham Manurung. Setelah itu dilanjutkan dengan tour de hotel yang dipandu oleh Bursak Junjungan S. Silaban bersama awak media. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment