Jual Minuman Beralkohol di Sentani, Pemilik Toko Diamankan Polisi

Bagikan ke Google Plus
Petugas tunjukan barang bukti minuman beralkohol dari toko milik AM
SAPA (TIMIKA) – Seorang penjual pada salah satu toko di Hawai, Distrik Sentani Kota, Jayapura diamankan petugas kepolisian karena kedapatan menjual minuman beralkohol. Akibatnya yang bersangkutan dibawa ke kantor polisi berserta barang bukti 24 botol minuman beralkohol. 

“Saat dilakukan penggeledahan tim gabungan Polres Jayapura yang dipimpin Aiptu Agus Patang, mendapati barang bukti 15 botol Mansion House, 8 botol Jenever dan 1 botol Whisky Robinson di toko milik AM 31 tahun,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam siaran pers yang diterima Salam Papua, Jumat (16/6).

Dijelaskan Kamal, berawal pada Kamis (15/6) saat petugas Polres Jayapura mendapat infomasi pada toko milik AM ada menjual minuman beralkohol. Dari informasi itulah anggota Satuan Intelkam Polres Jayapura melakukan pemantaun terhadap toko yang dimaksud.

“Itu dibuktikan dengan adanya transaksi jual beli. Melihat hal tersebut anggota Satuan Intelkam Polres Jayapura langsung menghubungi Kanit Opsnal Satuan Narkoba untuk mendatangi dan menggeledah toko tersebut,” kata Kombes Kamal.    

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan AM, Ia mengaku bahwa minuman beralkohol tersebut juga dibelinya dari salah satu took minuman yang berada di Waena, selanjutnya dijual kembali olehnya di wilayah Sentani. 

“Dari keterangan awal yang diperoleh pelaku AM menjelaskan bahwa minuman keras tersebut dibeli dari toko minuman yang berada di Waena,” kata Kamal.

Sementara itu Panit IV Intelkam Polsek Sentani Kota, Aiptu Agus Patang mengatakan, kegiatan yang dilakukan dengan mengamankan pemilik toko beserta barang bukti minuman beralkohol, dilakukan sesuai peraturan daerah (Perda) Kabupaten Jayapura dan surat perintah Kapolres Jayapura tentang kegiatan razia minuman keras beralkohol.

“Giat razia minuman keras dalam rangka cipta kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif, sehingga dapat membuat efek jera terhadap para penjual minuman keras berlebel. Sehingga tingkat kriminal yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras dengan sendirinya akan menurun secara drastis,” katanya. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment