Kekerasan Anak Menurun, Kekerasan Perempuan Masih Tinggi

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Kanit Perlinduangan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mimika, Ipda Vany Sylvia Tahapari menyebutkan, sejak memasuki awal hingga pertengahan tahun 2017, kasus kekerasan terhadap anak cenderung menurun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Memang sedikit turun. Itu berkat sosialisasi dan kerja sama lintas sektor yang intens berjalan akhir-akhir ini, kata Ipda Vany saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Pelayanan Masyarakat Polres Mimika, Jumat (2/6).

Sementara itu untuk jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan, menurut Vany cenderung stagnan, atau jumlahnya masih sama tinggi seperti tahun sebelumnya.

Vany menyebutkan peristiwa kekerasan pada perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Mimika sebagian besar masih dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol.

Pelakunya selalu orang dekat, minimal kenal dengan korban, katanya.

Guna menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak, Unit PPA Polres Mimika bekerja sama dengan instansi lain, salah satunya tim P2TP2A Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak - KB Kabupaten Mimika.


Misalnya ada yang harus jalani pengobatan di RSUD, itu kita koordinasi dengan P2TP2A, termasuk kalau korban butuh pendampingan psikologis tapi psikiater sekarang lagi kosong, jelasnya. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment