Kepala Dispendasbud Diminta Segera Cairkan Insentif Guru

Bagikan ke Google Plus
M Nurman S Karupukaro
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Jenni O. Usmany diminta untuk segera mencairkan dan insentif guru. Hal ini disampaikan politikus Partai Gerindra, M Nurman S Karupukaro dalam menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh ratusan guru honorer mulai dari TK hingga SMP se-Kabupaten Mimika terkait belum dibayarkannya insentif guru hingga triwulan kedua. 

Menurut Nurman, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) bahwa guru honorer mendapatkan insentif dari daerah. 

“Insentif itu harus dibayarkan karena sudah masuk dalam APBD induk daerah. Alasan tidak dibayar itu kenapa? Saya mau beritahu bahwa di sekolah-sekolah terbukti, bahwa sekolah-sekolah di kota sampai ke pedalaman hanya ada mereka guru-guru honorer,” kata Nurman saat ditemui dibilangan Jalan Cenderawasih, Jumat 16/6) pekan kemarin.

Dikatakan Nurman, setiap kepala dinas yang baru wajib mengetahui apa yang harus dilakukan, salah satunya adalah memperjuangkan insentif guru yang memang setiap tahun sudah ada dan dianggarkan. 

“Dia (Kepala dinas-red) juga adalah seorang guru, batinnya seharusnya memiliki perasaan sama dengan guru-guru lainnya, dan ikut merasakan kesengsaraan. Saya lihat mungkin beliau sudah lupa dengan perasaan yang dirasakan guru-guru sekarang, karena beliau sudah berada di atas dalam posisi yang enak dan aman,” ujarnya.

Dengan melihat realita dan kinerja yang ada, Nurman meminta agar Kepala Dispendasbud jika tidak mampu memimpin suatu dinas, sebaiknya mundur dari jabatannya dan diganti dengan orang-orang yang profesional dan mengerti aturan. Sehingga bisa mengakomodir kepentingan guru-guru honorer.

“Saya meminta kepada bapak bupati untuk segera me-rolling ibu kepala dinas, karena banyak kontroversi dan masalah-masalah yang dibuat dan mengakibatkan guru-guru honor semakin tidak berdaya. Harapan saya bahwa guru honor sesuai dengan data Dapodik, mereka punya hak melekat pada insentif. Jadi bukan hanya guru-guru yang pegawai negeri saja,” harapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment