Keutamaan Berbuka Puasa dengan Kurma

Bagikan ke Google Plus
Kurma
SAPA (TIMIKA) - Ustadz Muhammad Salahuddin menganjurkan kepada setiap umat muslim yang sedang menjalankan puasa untuk membuka puasa dengan memakan kurma sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

"Sebaiknya memang berbuka puasa dengan kurma karena ada keutamaan yang Allah datangkan di dalamnya," kata Ustadz Salahuddin saat diwawancarai Salam Papua di kediamannya, Jum'at (9/6).

Ustad Salahudin mengatakan, diriwayatkan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang membatalkan puasanya dengan memakan kurma maka dia akan mendapat keberkahan.

Di kediaman ustad yang juga menjual kurma, berdasarkan pantauan Salam Papua, hingga sore hari menjelang buka puasa banyak masyarakat yang berdatangan untuk membeli kurma.

Ustad Salahudin mengatakan kurma yang dijual rata-rata di datangkan dari Mesir yang kemudian di jual dengan harga Rp10.000 per bungkus. Tidak hanya dari Mesir, adapun kurma yang didatangkan dari Tunisia yang dijual langsung dengan kotaknya.

Ia mengungkapkan, sekitar 6 tahun yang lalu dirinya mendatangkan kurma sebanyak setengah ton kemudian dijual di kediamannya. Sedangkan dua tahun terakhir ini dirinya hanya mendatangkan sekitar 20 dos besar kurma.

"Kurma ini saya hanya jual di bulan puasa dan karena memang permintaannya banyak sekali. Untuk penjualannya sama dengan tahun lalu rata-rata setiap tahun permintaan kurma banyak," kata Ustad Salahuddin.

Dikisahkan, suatu waktu di Bulan Ramadhan saat berbuka puasa, Sayyidina Al Imam Malik bin Anas menangis saat Handak berbuka puasa, beliau menitikkan air mata hingga janggutnya basah. Kemudian salah satu muridnya bertanya, 

“Wahai guruku yang mulia, kenapa engkau menangis sedemikian rupa? Tangismu menyayat hati kami? Apakah di antara kami ada yang menyebabkan engkau bersedih, atau apakah hidangan ini kurang berkenan?

Kemudian Imam Malik menjawab “Tidak. Tidak wahai murid-muridku. Kalian adalah murid-murid terbaik, sangat khidmat padaku. Bahkan hidangan ini teramat nikmat buatku. Imam Malik Kemudian menceritakan, suatu ketika beliau pernah berbuka puasa dengan gurunya (Sayidina Al-Imam Ja’far As-shodiq), cucu baginda Rasulullah SAW. Ketika berhadapan dengan hidangan yang begitu nikmat layaknya makanan saat ini, Beliau berisak tangis,

“Wahai Ibnu Anas ketahuilah bahwa Rasulullah terkadang berbuka hanya dengan 3 buah kurma dan air saja, namun Beliau sangat menikmatinya dengan penuh syukur. Bahkan seringkali Rasulullah hanya berbuka dengan sebutir kurma yang dibagi dengan Aisyah, tapi sungguh Beliau merasa sangatlah nikmat. Beliau menyedikitkan santap sahur dan berbuka, tapi sebaliknya sangatlah banyak dalam beribadah dan bersyukur. Pun Beliau senantiasa mendo’akan kita sebagai umatnya yang padahal selalu abai kepada-nya.” kata Imam Jafar kepada Imam Malik, menirukan ucapan Ustad Salahuddin.

Lalu Imam Malik berkata kepada muridnya, “Hari ini, kita dipenuhi makanan penuh nikmat. Namun kita sangat-sangatlah jauh dari ibadah dan rasa syukur!” tutur Ustad Salahuddin. (Anya Fatma)

Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment