Lemasa Pertanyakan Dana Otsus untuk Lembaga Adat

Bagikan ke Google Plus
Odizeus Beanal 
SAPA (TIMIKA) - Ketua Lembaga Masyarakat Amungme (Lemasa), Odizeus Beanal mempertanyakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk lembaga adat yang selama ini disebut-sebut untuk lembaga adat ada sekitar enam persen.

“Jadi dari dana otsus itu enam persen dialokasikan untuk lembaga adat, tapi kita tidak tahu apakah betul atau tidak," kata Odizeus saat ditemui wartawan di Kantor Lemasa, Senin (5/6).

 Ia menilai bahwa, segala sesuatu di Mimika saling terkait, mulai dari pemerintah, perusahaan, DPRD dan organisasi. Kaitan dengan Otsus Papua yang sempat disampaikan oleh MRP pada tahun 2016 dari sekitar Rp80 miliar dana Otsus untuk Mimika, dan enam persen diberikan ke lembaga adat.

Ia mengatakan, pihaknya tidak tahu apakah pemerintah sudah bahas hal ini dengan DPRD terkait enam persen untuk lembaga adat dari Dana Otsus tersebut. Tetapi dalam pertemuan dengan anggota MRP, dalam hal ini Engel B Kotorok yang mengatakan, dana tersebut harus diberikan ke lembaga adat. 
"Kemarin dari MRP datang mereka katakan dana otsus enam persen, harus diberikan kepada lembaga adat," jelasnya.

Lanjutnya, dari kondisisi tersebut, pada tahun anggaran 2016 lalu, pihaknya diberikan dana sebesar Rp100 juta dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Mimika. Dana tersebut kemudian telah dimanfaatkan untuk pembangunan pagar dan laporan pertanggungjawabannya sudah diserahkan kepada BPM.

"Kemarin kami dikasih Rp100 juta dan kami sudah gunakan, dan kami sudah buat LPJ dan diserahkan kepada BPM," jelasnya (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment