Libur Sehari Jangan Salah Dimanfaatkan Murid

Bagikan Bagikan
Markus Timang
SAPA (TIMIKA) - Jelang penerapan lima hari sekolah satu hari libur bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Mimika pada tahun ajaran baru ini, mendapat tanggapan dari politisi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Markus Timang. Satu hari libur yang menjadi kebijakan itu diharapkan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh siswa, bukan sebaliknya memanfaatkan hari libur itu dengan hal yang salah, seperti melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Satu hari ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan salah oleh anak-anak untuk berkumpul dengan teman-teman, geng-geng dan banyak lagi,” ujarnya Markus Timang saat diwawancara di Gedung DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Selasa (13/6).

Menurut Markus Timang, kebijakan lima hari sekolah satu hari libur belum sepatutnya diterapkan di Mimika, sebab hal itu pastinya akan menimbulkan tekanan bagi anak-anak. Meski dapat menimbulkan tekanan, tetapi kebijakan tersebut dinilainya juga baik, sebab anak-anak akan lebih dikontrol saat berada di sekolah ketimbang di rumah. Apalagi jika orangtua murid/siswa adalah orang-orang yang aktif bekerja, sebab di Mimika masyarakatnya mayoritas adalah pekerja baik di swasta maupun negeri.

“Syukur-syukur kalau orangtua ada terus kontrol mereka (anak-anak). Tetapi kalau tidak, ini akan lebih bahaya bagi anak-anak,” katanya.

Oleh sebab itu Markus lebih mendukung jika para murid/siswa belajar mulai hari Senin sampai Sabtu, dan tidak berada di sekolah hingga sore seperti yang sudah berjalan selama ini.

Kalaupun terpaksa harus diterapkan sekolah lima hari libur satu hari, sebaiknya pada hari Sabtu ada diberikan tambahan pelajaran bagi murid/siswa, misalnya pelajaran paling penting seperti pelajaran pengenalan Pancasila, Kewarganegaraan atau pelajaran apa saja yang terkait dengan pengetahuan moral untuk membentuk moralitas anak. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment