Masyarakat Akui Senang Kartu Keluarga Bisa Dicetak

Bagikan ke Google Plus
Antrian masyarakat menerima Kartu keluarga
SAPA (TIMIKA) – Masyarakat Kabupaten Mimika yang sejak 15 November 2016 lalu merasakan kekecewaan atas pelayanan Off Line dalam proses pengurusan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk Elektrik (e-KTP ) serta urusan yang lainnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil), kini mengakui sangat senang sebab layanan kembali dilakukan secara normal.

Maria Rahalus yang merupakan warga SP 2, kepada wartawan, Rabu (30/5) mengakui dirinya sangat senang karena Kartu Keluarganya sudah bisa dicetak normal, sebab banyak urusan yang harus dilakukan dengan persyaratan yang harus memiliki kartu keluarga.

“Selama ini kita itu bolak-balik hanya mau cek Kartu Keluarga saja, karena kita juga mau daftar ke BPJS Kesehatan, mau dapat nomor antiran minyak tanah itu perlu Kartu Keluarga. Kami terima kasih sekali kalau layanan sudah lancar lagi, kasihan kita masyarakat ini,”ungkapnya.

Sedangkan Ferdi Jabur, warga Nawaripi dalam mengakui dirinya merasakan kelegaan sebab meski e-KTP belum bisa diterimanya, namun bagi dia yang terpenting jaringan sudah dibuka kembali. Dengan demikian menurut Ferdi, setidaknya dirinya mempunyai harapan untuk memilki e-KTP, sebab dirinya mengakui dirinya telah melakukan perekaman sejak pemberlakuan e-KTP diumumkan oleh Presiden.

“Saya sudah merekem itu sejak pertama kali Presiden instruksikan bahwa warga Indonesia wajib mengunakan e-KTP. Mudah-mudahan nanti kalau blanko sudah ada saya bisa cepat dapat e-KTP karena saya mau melamar kerja,”tutur Ferdi.

Sementara Kadisdukcapil, Jhon Wiklif ketika diwawancarai, Senin (29/5) mengakui bahwa, Direktorat Jendral (Dirjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan membuka kembali akses yang sudah lama sengaja diblokir oleh karena tidak adanya Surat Keputusan (SK) resmi terkait pejabat yang  menjabat sebagai Kadisdukcapil di Mimika.

“Bukan berarti karena saya yang hebat. Itu karena memang nama saya yang ada di Kemendagri, karena itu saya yang lebih berwewenang untuk menandatangani semua urusan di Disdukcapil,”ujarnya.

Namun, dirinya mengatakan bahwa, khusus untuk e-KTP belum bisa dicetak, sebab blankonya masih harus diambil atau dikirim dari pusat. Menurut dia, untuk jumlah blanko yang harus disediakan merupakan kewenangan dari pusat, sebab hal tersebut merupakan sistem jatah.

“Yah kita semua sama-sama berdoa semoga dalam pekan ini juga blanko sudah bisa disalurkan dari Jakarta. Memang sebelumnya kita usulkan 4000 blanko, tapi itu juga harus atas persetujuan mereka di pusat,”tuturnya.(Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment