Masyarakat Diajak Waspadai Propaganda Lewat Medsos

Bagikan ke Google Plus
Irjen Pol Boy Rafli Amar
SAPA (TIMIKA) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar pada Kamis (8/6) menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Mimika, dengan melaksanakan buka bersama. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Masjid Agung Babussalam, Kapolda mengajak kepada masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika untuk mewaspadai propaganda atau informasi negatif yang disebar melalui media sosial (medsos).

Hadir saat acara buka puasa bersama, Danlantamal XI Merauke Brigjen (Mar) TNI Bambang Sutrisno, Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, Sekda Ausilius You, Kajari Timika Alex Sumarna, Kepala Pengadilan Negeri Timika Relly D Behuku, Danlanal Timika Letkol Laut (P) Yosafat Indarto, jajaran Polda Papua dan Polres Mimika serta ratusan warga Kota Timika.

Kapolda Boy Rafli dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan yang sudah direncanakan, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, dan Danlantamal XI Merauke. Dimana ingin melihat kegiatan yang berlangsung di Timika, terutama menyikapi berbagai hal yang terjadi di dalam masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan ini sekaligus sebagai bentuk silaturahmi, antara aparat keamanan dengan masyarakat,”ungkapnya.

Kapolda mengatakan, dalam kesempatan ini juga, pihaknya ingin menyampaikan terkait beberapa kejadian atau peristiwa yang terjadi di Papua, yang perlu semua pihak untuk saling mengingatkan. Khususnya menyangkut dengan isu-isu yang berkembang dan berasal dari medsos.

“Saat ini media sosial menjadi trend dikalangan masyarakat karena masyarakat lebih banyak berkomunikasi dan banyak informasi yang bisa didapatkan oleh masyarakat melalui media ini. Namun informasi yang disebarkan ada yang bernuansa positif dan negatif. Tentunya informasi yang bernuansa positif, kita akan merasa senang dan bahagia karena bisa saling bertukar ilmu dan bermanfaat bagi masyarakat ,” kata Kapolda.

Lanjutnya, namun apabila informasi tersebut bernuansa negatif, maka akan menjadi polemik di kalangan masyarakat. Karena informasi tersebut merupakan propaganda dengan menyebarluaskan isu-isu yang bisa mengadu domba.

“Kita lihat bersama, dimana akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa yang terjadi, baik di Papua maupun luar Papua berawal dari media sosial. Karenanya, kita harus mewaspadai hal tersebut. Mulai dari tingkat keluarga sampai kepada tingkat daerah. Dengan saling mengingatkan satu dengan lainnya,” tuturnya.

Kapolda mencontohkan, beberapa waktu lalu di Jayapura terjadi beberapa kasus pembunuhan, kemudian menuduh pihak-pihak tertentu adalah pelaku. Dan informasi yang berkembang tersebut berasal dari media sosial. Hal ini menunjukkan adanya pemanfaatan media sosial untuk membuat suasana suatu daerah menjadi kacau, sehingga muncul rasa cemas dalam masyarakat.

“Itu contoh kecil yang pernah terjadi di Papua, dan hal itu perlu diwaspadai oleh semua pihak. Dengan membentengi diri terhadap isu atau informasi yang tidak jelas kebenarannya,” ungkapnya.

Kapolda juga mengatakan, untuk tahun ini khususnya kasus cyber crime yang ditangani oleh Polda Papua tidak terlalu tinggi. Dimana Polda Papua melalui Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sudah menangani tiga kasus, seperti pencemaran nama baik dan isu sara. 

“Dari kondisi tersebut, kami akan terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk mengelola informasi yang berkembang di media sosial sehingga tidak termakan virus informasi yang tidak jelas, dan bisa membuat keresahan di lingkungan masyarakat. Namun, kami tidak bisa melakukannya sendiri, tapi butuh dukungan dari semua pihak,” tutur Kapolda.

Selain melaksanakan buka puasa bersama, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar juga menyerahkan santunan kepada anak-anak di Yayasan Hidayatullah Timika. Serta melaksanakan Sholat Tarawih di Masjid Agung Babussalam. (Markus Rahalus) 
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment