Mimika Belum Pasti Terapkan Full Day School

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenni O. Usmany mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah di Kabupaten Mimika bisa menerapkan peraturan Menteri Pendidikan terkait  full day school atau tidak. 

Meski demikian, pihaknya tetap mendukung Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017 tentang penetapan hari belajar di seluruh sekolah yang menerapkan jam belajar selama delapan jam sehari dan diterapkan selama lima hari. Kecuali, jika Peraturan tersebut diberlakukan khusus untuk di wilayah perkotaan, mengingat salah satu maksud mengajar selama lima hari tersebut agar anak-anak memiliki waktu yang cukup dengan orang tua yang kemungkinan tidak memiliki waktu yang banyak bersama anak di rumah. 

“Kami sangat menyambut baik dengan peraturan itu, tetapi itu kami serahkan kepada pihak pengelola sekolah baik swasta dan negeri. Kalau mereka sudah ada yang siap maka silahkan saja,” kata Jenny ketika diwawancara awak media usai menghadiri acara pelantikan pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Mimika di Graha Eme Neme Yauware, Senin (19/6).

Dijelaskan Jenni, kesiapan yang harus dipenuhi oleh sekolah yang akan menerapkan Permendikbud tersebut antara lain sarana dan prasarana di sekolah, juga kesiapan guru dan orang tua.

“Kalau diterapkan jam belajar selama delapan jam, berarti anak-anak harus makan di sekolah, kalau begitu apakah orang tua siap atau tidak? begitu juga dengan guru-gurunya, itu juga perlu diperhatikan," katanya. 

Sedangkan untuk sekolah-sekolah diwilayah pedalaman, menurut Jenni, penerapan delapan jam belajar tersebut tidak cocok untuk diterapkan, sebab anak-anak di wilayah pedalaman Mimika lebih cocok jika belajar selama enam hari, dan juga agar para guru lebih intens memberikan pelajaran ketimbang hanya lima hari saja.

"Saya rasa untuk di wilayah pedalaman sangat tidak cocok diterapkan peraturan itu. lebih baik seperti biasa saja dan masuk sekolah selama enam hari. Tapi nanti kami tetap akan lakukan verifikasi sekolah yang akan didorong untuk menerapkan belajar delapan jam ,” tuturnya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment