Minyak Tanah Mulai Langkah di Timika

Bagikan ke Google Plus
Penjualan Mitan di gorong-gorong
SAPA (TIMIKA) – Seminggu di Bulan Ramadhan ini, kelangkaan minyak tanah mulai terjadi di Kota Timika. Seperti yang terjadi di wilayah Gorong-gorong dan Hasanuddin. 

Salah satu pedagang minyak tanah, Nur, yang ditemui di Gorong-gorong mengakui, sejak tiga hari ini sudah tidak ada lagi minyak tanah yang disuplai kepada dirinya. Padahal, di bulan-bulan sebelumnya ia tidak pernah kekurangan minyak tanah untuk dijual.

"Sudah 3 hari ini tidak ada minyak tanah yang masuk, kami juga tidak tahu kenapa. Tapi kalau minyak tanah susah begini pasti harganya akan naik," kata Nur kepada Salam Papua, Jumat (2/6).

Fitri, pedagang minyak tanah lainnya yang juga berada di Gorong-gorong mengakui hal yang sama. Kata dia, sejak seminggu terakhir ini minyak tanah terjadi kelangkaan. 

"Sudah 3 hari tidak ada minyak tanah masuk. Tapi dengan stok yang ada ini kita masih jual dengan harga normal," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Udin, seorang pedagang minyak tanah di wilayah Hasanuddin. Menurutnya, biasanya dirinya mendapat pasokan minyak tanah dari agen di SP 4. Namun, dalam seminggu terakhir ini ia sudah tidak mendapat pasokan.

"Kami sering dapat suplai mitan dari agen di SP4 tapi sudah tidak,” akunya. 

Menanggapi kelangkaan minyak tanah di Timika, Politisi Partai Bulan Bintang, Yonas Magal meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) harus mengantisipasinya. 

"Masuk Bulan Ramadhan kebutuhan nanti tinggi termasuk minyak tanah. Jadi dinas terkait maupun pengusaha supaya melihat hal ini," kata Yonas saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Jumat (2/6).

Selain itu, ia juga meminta kepada pihak Kepolisian agar  mengawasi peredaran minyak tanah mulai dari Pertamina, agen hingga ke masyarakat dan pedagang. Karena bisa saja, kelangkaan minyak tanah disebabkan oleh oknum-oknum yang menimbunnya, sehingga harga minyak tanah semakin mahal. 

"Karena penimbunan minyak tanah ini sudah terjadi tahun kemarin," ungkapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment