PBB Akan Usung Cabup Berdasarkan Kompetensi

Bagikan Bagikan
Herman Gafur
SAPA (TIMIKA) - Sekertaris DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Mimika, Herman Gafur mengatakan, Pihaknya telah berkomitmen dalam mengusung calon bukan hanya soal administrasi, tetapi lebih kepada kompetensi kandidat.

“Kami harus ciptakan budaya baru,  dalam memberikan rekomendasi,” kata Sekretaris Partai PBB Herman Ghafur saat ditemui wartawan di Sekretariat PBB, Jalan Serui Mekar, Kamis (15/6).

Menurutnya, kandidat yang akan diusung harus memiliki kompetensi. Sehingga benar-benar menjadi  implemetasi dari harapan masyarakat Mimika dan menjadi jawaban terhadap persoalan pengaduan yang selama ini terjadi di daerah.

"Kandidat yang diusung harus punya implementasi di masyarakat," jelasnya.

Lanjut dia, PBB pada prinsipnya tetap membuka diri bagi siapa saja figur yang ingin maju, sebab pihaknya telah berkoordinasi  dengan pengurus DPD dan DPP, tetap akan ada tahapan pendaftaran nantinya. Meski pun ditubuh partai PBB sendiri memiliki SDM yang memang siap untuk tampil memimpin. Namun kata Herman, PBB tetap konsisten untuk mendukung siapa saja yang nantinya dianggap lebih layak meskipun itu dari eksternal partai.

“Kami terbuka kepada semua kandidat yang maju. Tapi ada uji kompetensi yang akan dilakukan  internal partai. Sehingga ketika kami memberikan reomendasi kepada yang  kandidat yang kami  ususng betul-betul itu implemetasi dari harapan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, pada Pilkada nanti, dalam internal PBB sendiri menyiapkan diri melihat semua persoalan-persoalan yang ada di Mimika, mencermati kandidat-kandidat atau figur yang maju untuk kepentingan daerah .

“Jadi kami tidak pernah terjebak dengan riak-riak  politik, dengan berbagai wacana yang maju yang ini-ini.  Dan kami tetap fokus untuk membangun komunikasi internal, serta membuka diri kepada siapapun,”ujaranya.

Oleh sebab itu, kata dia, untuk masalah Pilkada nanti, bukan hanya partai yang melakukan komunikasi terbuka dengan partai lain tetapi juga figur-figur. Tetapi juga termasuk enam orang yang duduk di bangku legislatif yang berasal dari PBB.

“Teman-teman di Fraksi PBB diberikan kesempatan untuk bangun komunikasi politik, tidak ada batasan,” katanya.

Sementara itu mengenai pendaftaran sendiri menurutnya itu hanya sebuah mekanisme yang dilakukan internal partai, dan pihaknya sendiri akan segera membuka pendaftaran pada saatnya nanti.

“Jadi kami juga punya figur di internal partai. Kalau memang bisa kami dorong  untuk kepentingan daerah kenapa tidak. Tapi kalau memang ada yang lebih baik dari eksternal untuk kepentingan daerah, kenapa tidak,” tambahnya.

Disinggung soal kemampuan finansial para kandidat, kata Herman, bicara tentang realita politik di Mimika, pada prinsipnya mempunyai kompetensi kepimpinan, baik dari sisi kapasitas mendukung sesuai dengan karakter dari apa yang dibutuhkan daerah.Tetapi masih lemah soal finansial dan sebaliknya. Namun tidak lantas menjadi satu-satunya standar dalam menentukan pemimpin.

Herman mengakui, bahwa finansial adalah salah satu hal yang sangat penting, namun tidak juga menjadi syarat utama untuk menyelesaiakan semua persoalan daerah.

Tetapi karena ini menyangkut hajatan politik menggerakkan seluruh proses politik itu tentunya butuh finansial yang cukup juga.

“Analoginya kendaraan baguspun kalau tidak ada bahan bakar maka tidak akan bisa jalan,” ujarnya.

Sehingga bukan berarti bahwa PBB itu mengedepankan politik transaksional,  tetapi cost politik menjadi sebuah keharusan. 

“Kan tidak mungkin kita mau pertemuan dan lainnya tetapi tidak ada biaya,” katanya (Ricky Lodar)                        

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment