Pdt Abraham Manurung dan GPdI Jemaat Kalvari Rayakan HUT

Bagikan ke Google Plus
HUT Pdt Abraham Manurung
SAPA (TIMIKA) – Gembala Tuhan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Kalvari, Pdt Abraham D. Manurung merayakan HUT ke 71 dan GPdI Jemaat Kalvari SP3 Timika merayakan hari ulang tahun (HUT) ke 3, Sabtu (17/6) di kompleks Waanal Cofee dan Resto Timika.

Perayaan HUT ke 71 Pdt Abraham dan syukuran ke 3 GPdI Jemaat Kalvari  ini dilaksanakan dengan ibadah bersama keluarga besar Manurung serta seluruh jemaat  dengan pembawa firman, Pdt. Anton Sadi.

“Kita sangat-sangat bahagia dan patut bersyukur karena hari ini (Sabtu - Red) Pdt. Abraham Manurung yang sebagai Gembala Tuhan diberikan penambahan usia dan Jemaat Kalvari masuk pada usianya yang ke tiga,”kata Pdt. Anton.

Dijelaskan, kelahiran Pdt. Abraham Manurung dan perjalanan pelayanan Jemaat Kalvari hanya berselang semalam. Ini merupakan suatu suka cita yang berlipat dan dikarenakan oleh berkat Tuhan. Sedangkan, Jemaat Kalvari masuk usia ke 3 karena dihitung sejak perubahan nama dari GPdI Sion menjadi GPdI Kalvari, sebab sejak hari itu juga perjalanan pelayanan semua jemaat mencapai 3 tahun. 

Dalam kotbahnya, Pdt. Anton Sadi mendasarkannya  pada Kitab Mazmur 135:5 yang berbunyi, Hanya Tuhan yang patut dipuji, sesungguhnya aku tahu bahwa Tuhan itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala Allah. 

“Kata ‘hanya’ itu berarti tidak ada dua diantara satu atau tidak ada satu diantara dua. Tetapi hanya satu yaitu, hanya Tuhan yang patut dipuji. Dan kiranya  itu yang harus terjadi disetiap hari dan bertepatan dengan Bapak Gembala, Abraham Manurung genap berusia 71 tahun serta  Jemaat Kalvari genap 3 tahun,” katanya.

Berkenan dengan dua moment tersebut, menurut Pdt. Anton, semua yang telah Tuhan buat selama perjalanan hidup Pdt. Abraham Manurung  dan Jemaat Kalvari atau juga selanjutnya hanya Tuhan yang patut dipuji, sebab penambahan usia bukan datang dari kehebatan siapa-siapa, melainkan hanya dari Tuhan.

Sedangkan Pdt. Abraham Manurung ketika menyampaikan sambutannya mengatakan, bahwa semua yang terjadi bukan dikarenakan dirinya seorang yang hebat, namun karena kuasa Tuhan melalui  karya-karya dan anugerah yang diberikan kepadanya. Diakui, dalam berkarya dirinya selalu mengucapkan syukur atas segala penyertaan Tuhan. Demikian juga dalam tugas pengembalaan yang dilaksanakannya ditengah-tengah seluruh Jemaat Kalvari.

“Yang ditegaskan dalam Mazmur 135:5 adalah benar, bahwa Hanya Tuhan yang patut dipuji, sesungguhnya aku tahu bahwa Tuhan itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala Allah. Saya sangat berharap semua anggota Jemaat Kalvari terus melaksanakan tugas pengembalaan dengan penuh suka cita,” kata Pdt. Abraham.

Usai melaksanakan ibadah HUT  ke 71 yang dirangkaikan dengan syukuran 3 tahun Jemaat Kalvari tersebut, pemuda GPdI mempersembahkan tarian adat Suku Kamoro yang dinamakan tarian piring adat sebagai simbol, meski berasal dari suku yang berbeda, namun memilki satu Tuhan, sehingga  dalam satu piring semua yang berasal dari adat, suku dan agama yang berbeda bisa makan bersama menjadi satu dalam persaudaraan. 

Selain tarian adat Suku Kamoro, para pemuda GPdI juga mempersembahkan tarian khas Suku Batak, Sumatera Utara yakni, Tortor sebagai penghargaan dan kukuhnya kelestarian terhadap adat istiadat tanah kelahiran Pdt. Abraham Manurung dan dilanjutkan dengan diberikan penghargaan khas suku Amungme atau gunung yakni, noken bertuliskan Jemaat GPdI Kalvari Timika. 

Istri tercinta Pdt Abraham Manurung, Ny. Magdalena Manurung usai ibadah syukuran mengatakan, sangat berterima kasih atas kerja sama seluruh anggota Jemaat GPdI dan keluarga besarnya, khusus bagi semua anaknya yang dengan penuh suka cita melaksanakan perayaan HUT ke 71 Pdt. Abraham dan Jemaat Kalvari yang ke 3.

Ny. Magdalena mengharapkan agar dalam memasuki usia yang ke 71, kasih Tuhan selalu bersama Bapak Pdt Abraham serta sebaliknya rasa cinta dari Bapak Abraham kepada Tuhan akan semakin kuat hingga akhir masa. 

Ny. Magdalena mengatakan, semenjak menjadi Gembala Tuhan, Pdt. Abraham atau yang biasa disapa Papi oleh semua anak-anak dan menantunya tersebut, selalu giat mengajarkan tentang kasih Tuhan kepada anak dan cucu dan para jemaatnya.

“Saya hanya berharap semoga Bapak selalu dicintai Tuhan agar terus menjadi berkat bagi orang lain sampai Tuhan memanggil,”ujar Ny. Magdalena.
Acara HUT ini dihadiri sejumlah pengusaha sukses di Timika yang juga pengurus dari Himpunan Peduli Kasih Thionghoa (HPKT) yakni Ketua HPKT  Rusli Gunawan, Wakil Ketua HPKT Bram Raweyai, Sekertaris dan Bendahara, Steven Tan.

Bram Raweyai yang juga pemilik Hotel dan Resto Cendrawasih 66 Timika mengatakan, dalam kehidupan manusia tentunya tidak bisa berjalan dengan kekuatan atau kehebatan sendiri. Semua yang terjadi dalam diri seseorang benar adanya hanya datang dari  Tuhan. 

Bram mengakui, syukuran penambahan usia dari Pdt. Abraham Manurung dan Jemaat Kalvari adalah pesta suka cita dalam nama Tuhan, dimana dirangkaikan dengan ibadah, memanjatkan puji-pujian serta merangkul seluruh jemaat dan masyarakat lainnya.

“Ini luar biasa sekali, karena mengedepankan rasa syukur akan kasih Tuhan. Bagaimana pun juga semua  yang kita miliki saat kita hidup itu bukan karena kehebatan kita sendiri, tetapi itu datangnya dari Tuhan,”  kata Bram.

Bram mengatakan, cara keluarga Manurung merangkul seluruh jemaatnya adalah bukti ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berkat kepada semua hasil perjuangan yang telah dilakukan keluarga Manurung, khususnya Pdt. Abraham.  

“Jika kita selalu bekerja dan bersyukur kepada Tuhan, maka berkat itu akan datang kepada kita. Saya mengucapkan selamat Ultah kepada Bapak Abraham, semoga panjang umur dan sehat selalu. Untuk Jemaat Kalvari, saya berharap terus menjadi penggembala yang kuat,”ujarnya.

Kepala Suku Besar Amungme, Anis Natkime yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, kebersamaan dengan Bapak Pdt  Abraham Manurung bukan baru dibangun hari ini tapi sejak kehadiran PT Freeport Indonesia di Tanah Amungsa. 

“Sejak pertama Freeport ini ada, Bapak Pdt Manurung ini sudah ada bersama kami bekerja di tanah Amungsa ini dan apa yang beliau buat selama hidupnya dengan masyarakat termasuk saya ini adalah bukti yang membuat hidup beliau dan keluarga tetap  diberkati hingga sampai saat ini,” kata Anis.

Acara HUT ini juga disyukuri dengan peniupan lilin HUT ke 71 Pdt. Abraham Manurung yang didampingi oleh Ny. Magdalena Manurung serta semua anak, menantu dan cucu. Dilanjutkan dengan menikmati daging bakar batu yang proses pembukaannya dilakukan oleh Kepala Suku Besar Amungme, Anis Natkime.  (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment