Pelajar Tewas Tersengat Listrik pada Pohon Pinang, Polisi Periksa Dua Saksi

Bagikan Bagikan
Korban tersengat listrik pada pohon pinang
SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si mengatakan kasus meniggalnya pelajar SMP Negeri 11 Mimika bernama Nelson Songgonau akibat tersengat arus listrik kabel yang sengaja dipasang pada pohon pinang, tetap berjalan melalui proses hukum. Kini, sudah ada dua orang saksi yang diperiksa terkait kasus ini.

“Dua saksi kita sudah lakukan pemeriksaan, sementara pemilik rumah juga telah diamankan di Polres Mimika guna penyelidikan lebih lanjut,” kata kapolres kepada wartawan di rumah duka keluarga korban, Senin (5/6).

Dalam melakukan proses hukum terhadap kasus ini, kepolisian masih melakukan pembuktian dengan memeriksa saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan hasil visum et repertum terhadap jenazah korban. 

HCW selaku pemilik pohon pinang yang sengaja memasang kabel bermuatan listrik pada pohon pinang agar tidak dipanjat untuk dicuri buahnya oleh orang lain, terancam dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang mana berbunyi “Barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh (20) tahun”.

Sementara itu terkait permintaan keluarga korban untuk bertemu dengan keluarga HCW guna mencari solusi menyelesaikan masalah tersebut, kapolres menyatakan pihak akan selalu siap untuk memediasi.

“Namanya persoalan akan tetap diproses. Namun ada namanya adat, hal ini yang sedang kita upayakan untuk mencari solusi penyelesaian. Kita berharap persoalan ini dapat diselesaikan dan tidak boleh main hakim sendiri atau melakukan tindakan-tindakan yang di luar hukum,” jelas kapolres.

Dugaan sementara, kata kapolres, kabel yang digunakan HCW sebagai jerat adalah kabel yang diambilnya dari perusahaan tempatnya bekerja. Kabel ini disambung secara langsung dari jaringan kabel induk PLN yang berada di rumahnya.

Diketahui sebelumnya bahwa korban Nelson Songgonao tersengat kabel telanjang yang dipasang HCW pada pohon pinang yang berada pada pekarangan samping rumahnya di Jalan Mambesak Muara, RT 10, area Timika Indah pada Minggu (4/6) malam.

Korban yang masih duduk di bangku Kelas III SMPN 11 Mimika itu bersama dua orang rekannya hendak mengambil buah pinang pada pohon pinang yang berada di pekarangan rumah HCW. Korban yang saat itu mamanjat pohon langsung tersengat arus listrik dari kabel telanjang yang sengaja dipasang HCW. Korban kemudian jatuh dan meninggal di tempat, meski sebelumnya korban berusaha ditolong oleh kedua rekannya, namun kedua rekan korban ikut tersengat arus listrik dan harus dievakuasi ke rumah sakit.

"Ini memang niat mau bunuh orang. HCW harus bertanggung jawab, itu yang keluarga minta. Harus sesuai dengan pembayaran (Denda adat) yang keluarga minta," kata ayah kandung korban, Lazarus Songgonao kepada wartawan di TKP, Senin (5/6).

Hingga Senin siang puluhan masyarakat, kerabat dan keluarga korban masih berada di sekitar TKP dan menduduki rumah HCW. Mereka menunggu keluarga besar HCW untuk menegosiasikan bentuk pertanggungjawaban terhadap masalah yang terjadi.

Bahkan, keluarga dekat korban juga mengungkapkan bahwa sebelum akhirnya pohon pinang tersebut memakan nyawa Nelson Songgonau, kabel telanjang pada pohon pinang itu pernah juga memakan empat korban anak-anak lainnya, beruntung keempat anak-anak itu berhasil selamat dari jeratan kabel listrik itu. Sehingga atas kejadian itu sempat Ketua RT 10 menegur dan meminta HCW agar lebih baik memasang pengumuman bahaya di pagar rumahnya, namun yang bersangkutan malah menolak.

"Masyarakat menilai ini sebagai rencana jahat, ini seperti jerat babi. Yang jelas nyawa manusia tidak bisa dibandingkan dengan pinang. Jadi sekarang keluarga korban menunggu keluarga pelaku untuk menyelesaikan masalah ini," ujar kerabat dekat korban, Daniel Songgonao.

Saat kejadian ini, HCW bersama keluarganya sedang berada diluar rumah. Saat pulang ke rumah, keluarga korban langsung menyadera HCW. Namun, pihak kepolisian berhasil mengamankan HCW dari senderaan keluarga korban pada Senin dini hari, dan HCW langsung dievakuasi ke RSUD Mimika karena sempat dianiaya masyarakat dan kerabat korban. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment