Pembangunan Lapak Baru di Pasar Sentral Timika Tidak Dibenarkan

Bagikan ke Google Plus
Salah Satu Lapak yang ada Diatas Drainase
SAPA (TIMIKA) - Menanggapi adanya bangunan lapak-lapak baru di Pasar Sentral Timika yang dibangun diatas saluran drainase bahkan hingga menjebol pagar pasar, Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Gerson H Imbir mengatakan bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan, karena menyalahi aturan yang berlaku dan harus ada ijin resmi dari kepala daerah.

"Bicara tentang design plan pasar itu tidak boleh ada penambahan, tidak boleh ada bangunan lain selain yang dibangun dari pemerintah diluar plan dan itu aturan. Jika ada diluar itu, harus ada surat resmi seperti keputusan Bupati atau surat apa saja yang bisa melegalkannya,” kata Gerson saat ditemui wartawan dibilangan Jalan Serui Mekar, Kamis (15/6).

Dijelaskan, pembangunan lapak-lapak pasar diatas saluran drainase bahkan  menjebol tembok pagar nantinya akan menimbulkan masalah baru. Pasalnya, apabila nanti ada perbaikan drainase tersebut apakah pemerintah mau bertanggung jawab? Karena pengalaman yang terjadi pemerintah hanya mengorbankan pedagang saja.

"Ini kita sama saja taruh bom waktu. Misalnya ada pembangunan drainase dan itu harus dibongkar karena drainase tersebutkan belum dibangun dengan baik. Nanti jika dibongkar pemerintah jangan lepas tangan dan harus bertanggung jawab, karena pemerintah yang menyetujui pembangunan tersebut tanpa ijin resmi, kemudian menarik retribusi dari situ. Jangan sampai nanti terjadi masalah, pedagang lagi yang jadi korban," ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah untuk memberikan informasi yang jelas kepada pedagang terkait lapak baru tersebut. 

"Saya minta kepada Satpol PP dan Disperindag untuk memberikan klarifikasi terkait situasi yang terjadi di pasar sehingga nantinya tidak terjadi permasalahan lagi dan terjadi pungli. Jika tidak ada ijin resmi dan ditarik retribusi itu pungli namanya. Kasihan pedagang itu sudah susah jangan dibuat susah lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa, merusak fasilitas pasar seperti menjebol tembok pasar untuk didirikan kios itu melanggar aturan dan ada hukumannya.

"Saya menyayangkan penjebolan tembok pagar pasar untuk dibangun kios, itu parah sekali dan itu sama saja merusak fasilitas negara, itu pidana tembok-tembok pagar dijebol,” tuturnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment