Pembangunan Lapak, Kepala UPTD Pasar Sentral Tidak Mengetahui

Bagikan ke Google Plus
Pembangunan lapak-lapak yang ada di atas drainase di Pasar Sentral
SAPA (TIMIKA) – Kepala UPTD Pasar Sentral, Novi Seno Aji mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui awal munculnya dan menjamurnya puluhan lapak-lapak yang dibangun di atas drainase. Pasalnya awalnya hanya ada beberapa penjual ikan, namun belakangan para pedagang berebutan untuk membangun lapak-lapak tersebut.

“Yang jelas saya tidak pernah mengetahui dan tidak pernah memberikan ijin,”katanya kepada Salam Papua,Selasa (27/6) di Pasar Sentral.

Peryataan ini menanggapi, banyaknya sorotan terhadap pembangunan lapak-lapak yang dinilai liar dan tidak teratur di area Pasar Sentral. 

Kata dia, kedudukan kios di sepanjang sisi kiri jalan, khususnya di atas drainase memang tidak sesuai dengan desain pasar. Namun demikian, pihaknya mengaku kesulitan membendung para pedagang yang terus membangun lapak, bahkan dalam waktu singkat lapak-lapak sudah penuh.

“Sekarang ini bukan hanya pedagang ikan yang menjual di lapak-lapak tersebut, karena belakangan banyak pedagang lain, seperti sembako, makanan serta buah-buahan juga ikut menjual. Bahkah, dalam satu malam saja mereka (pedagang) bisa bangun lapak,”tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pedagang. Dimana sewaktu-waktu lapak tersebut dibongkar oleh petugas, maka tidak boleh ada tuntutan di kemudian hari.

“Saya sudah sampaikan, untuk tidak menuntut kalau dilakukan penertiban,”ujarnya.

Kata dia, dan untuk menertibkan lapak-lapak tersebut, pihaknya tidak bisa melaksanakannya sendiri. Namun harus didukung oleh pihak lainnya, seperti Satpol PP dan lainnya. Karenanya, pihaknya akan berkoordinasi. Karena ditakutkan lapak-lapak tersebut terus bertambah.

“Sebenarnya, pedagang yang bangun lapak ini sudah punya lapak di dalam. Namun alasan sepi, maka bangun lapak di luar. Karenanya, harus ditertibkan agar tidak meluas dan bertambah semrawut,”ungkapnya. 

Sebelumnya, Bupati Eltinus Omaleng mengatakan, Pemkab Mimika mengagendakan secara Khusus untuk melaksanakan penertiban pembangunan yang dinilai liar atau tanpa ijin disekitar area Pasar Sentral Timika.

“Memang benar, seharusnya setiap usaha-usaha yang bangun diluar harus ditertibkan. Makanya kami akan agendakan secara khusus penertiban tersebut,”kata Bupati saat diwawancarai usai penyerahan DPA kepada seluruh Kepala SKPD lingkup pemkab Mimika di Pendopo Rumah Negara,Selasa (20/6) lalu.

Dijelaskan, penertiban dilakukan, karena Pemkab Mimika telah memprogramkan penambahan lapak atau blok khusus untuk mama-mama, agar bisa menggelar hasil pertanian, lapak khusus penjual buah-buahan. Selanjutnya dibagian tengah pasar akan dibangun gedung baru, yang akan dipergunakan untuk kepentingan pengoperasian dalam wilayah pasar tersebut.

Menurut Bupati, jika program pembangunan tambahan tersebut selesai dilaksanakan, maka akan dilakukan penertiban terhadap pendirian banguan atau lapak yang bukan merupakan milik pemerintah.

“Kita benahi dahulu yang sudah diprogramkan, kalau misalnya sudah tuntas maka kita pastikan tidak ada lagi lapak atau bangunan liar lainnya dalam wilayah pasar itu, karena itu pasar pemerintah,”tuturnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment