Pemkab Asmat Canangkan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan

Bagikan ke Google Plus
SAPA (ASMAT)  -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat mencanangkan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, yang mana pencanangan ini digelar di Lapangan Yos Sudarso,  Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Sabtu (10/6).

Peresmian pencanangan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan dilakukan langsung Bupati Asmat Elisa Kambu, S. Sos, dengan dihadiri  Pimpinan DPRD,  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh lintas agama, masyarakat serta ratusan pelajar PAUD, TK dan SD.

Pencanangan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan bertujuan untuk menentukan masa depan Asmat 20 tahun mendatang. Gerakan ini diharapkan agar dapat menjadi pegangan serta komitmen bersama untuk menentukan masa depan Kabupaten Asmat yang lebih baik.

"Kita hari ini start dan kita jalan terus, kita tidak mungkin kembali. Ini yang harus menjadi pegangan dan komitmen kita semua. Itu berarti apa yang kita lakukan hari ini menentukan masa depan, menentukan Asmat 20 tahun mendatang," kata Bupati Asmat, Elisa Kambu.

Menurut bupati, Ia beserta seluruh masyarakat yang ada saat ini merupakan buah dari bibit-bibit yang ditanam para orang tua sejak dulu, sedangkan untuk bibit-bibit yang Ia tanam beserta seluruh masyarakat disaat ini adalah mereka-mereka yang nantinya akan membangun Asmat dimasa mendatang.

Oleh sebab itu, dengan pencanangan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan ini sangat diharapkan semua elemen dapat berkomitmen untuk bagaimana caranya masa depan Asmat bisa lebih hebat dari pada yang ada saat ini.

"Kita tanam pohon yang tidak bagus maka hasil yang kita dapatkan juga tidak bagus. Untuk itu kita punya kewajiban bersama-sama, kita telah berkomitmen bahwa generasi kita untuk 20 tahun mendatang akan lebih hebat dari kita yang ada ini," katanya.

Bupati Elisa mengakui jika dilihat dari data saat ini masih banyak ibu hamil yang melahirkan kemudian meninggal, bayi-bayi setelah dilahirkan kemudian meninggal, anak-anak mengalami kekurangan gizi, bahkan banyak juga anak-anak yang tidak pergi ke sekolah dikarenakan mengatuk akibat kekurangan makan. Hal-hal seperti ini menurut bupati harus diambilkan langkah agar dapat merubah masa depan Asmat menuju yang lebih baik.

"Kalau kita menunda, kapan lagi kita memulai ini. Itu sebabnya saya mengajak kita semua mari kita mendukung program ini, minimal pertama itu kita berdoa, kita berdoa, berdoa dan berdoa. Berdoa tidak hanya sekedar berdoa, kita juga harus berani mengambil langkah, kita melangkah untuk merebut kesempatan itu," ujarnya.

Itu sebabnya pencanangan gerakan 1000 hari pertama kehidupan manusia ini langkah yang diambil Pemkab Asmat adalah memberikan makanan setiap hari bagi ibu hamil yang ekonominya terbatas, dan makanan tambahan bagi anak sekolah.

"Ibu-ibu yang baru terdeteksi positif hamil, kita beri makan setiap hari. Sedangkan pemberian makanan tambahan untuk anak-anak sekolah, itu program supaya kita pastikan anak-anak kita hebat. Maksud kita bahwa pemberian makanan tambahan ini agar kita selalu berpikiran yang positif, bahwa pemberian makanan tambahan ini untuk memastikan agar anak-anak kita tidak ragu lagi, mereka yang terbatas ekonominya datang ke sekolah karena memang mau belajar," terangnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment