Pemkab Bentuk Tim Pemberantasan Miras

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam waktu dekat akan membentuk tim khusus untuk pemberantasan minuman keras (beralkohol-Red). Pembentukan tim ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe dengan seluruh bupati dan Wali Kota dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Jayapura  beberapa waktu lalu. 

“Waktu Rakerda di Jayapura  kami seluruh bupati dan walikota se Papua sudah membuat kesepakatan bersama Gubernur Lukas Enembe supaya tidak ada lagi miras di Papua,”ujar Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE, MH ketika diwawancarai usai melaksanakan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2017 kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Mimika, di Pandopo Rumah Negara, Jalan Cenderawasih SP 3, Distrik Kuala Kencana, Selasa (20/6).

Dijelaskan, tim yang akan dibentuk tersebut melibatkan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan. Semua akan menandatangani surat kesepakatan, dengan demikian mulai awal Oktober peredaran miras di Mimika akan benar-benar diberantas ditandai dengan pencabutan ijin.

“Memang kita sudah datangi semua distributor miras yang memiliki ijin resmi di Mimika, akan tetapi mereka beralasan harus menghabiskan stok yang berada dalam gudang mereka,”ujarnya.

Bupati Omaleng menegaskan, setelah pencabutan ijin dilakukan maka Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) akan melakukan pengecekan secara rutin sehingga bisa mengantisipasi adanya pasokan stok baru.

Bupati menambahkan, dirinya sudah melakukan sosialisasi bersama beberapa tokoh agama agar jika  TNI dan Polri tidak turun tangan maka, dirinya akan mengerahkan massa untuk membakar tempat penjualan miras tersebut.

Dirinya menilai, sebelumnya telah diterbitkan dan disebarluaskan Peraturan Daerah (Perda) untuk menertibkan miras, namun dinilai tidak berpengaruh menghentikan langkah para pemasok. Dengan demikian, setelah tim pemberantasan sudah dibentuk maka tidak ada lagi yang membangkang.

“Memang kita sudah ada Perda dan sudah diberikan kepada para pedagang miras, tetapi semuanya kepala batu. Nanti itu baru mereka tahu rasa, saya akan suruh masyarakat bakar gudang mereka,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment