Pemkab Jayawijaya Raih WTP Tanpa Kompromi

Bagikan ke Google Plus
Jhon Wempi Wetipo
SAPA (TIMIKA) - Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo,SH., MH mengatakan, hasil laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang didapat oleh Kabupaten Jayawijaya merupakan murni hasil kerja keras pimpinan serta SKPD-SKPDnya dan tidak didasari dengan kompromi. Dalam arti adanya pemberian uang atau sogok kepada pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua.

"Saya rasa tidak ada kompromi. Karena  saya jadi Bupati mulai 23 Desember 2008 sampai sekarang itu tidak pernah ada kompromi dengan BPK. Dan kehadiran BPK itu murni untuk bagaimana menolong dan menata keuangan daerah dengan baik," kata Jhon saat ditemui usai buka puasa bersama di gedung serbaguna mesjid Babussalam, Sabtu (3/6).

Oleh sebab itu, kata dia, kehadiran pihak BPK tidak untuk mencari kesalahan Pemerintah dan sebagai balasnya ada kompromi. Tetapi kehadiran mereka untuk memperbaiki kinerja Pemerintah dalam hal penyajian laporan dengan kewajaran. Dengan demikian, apabila pengguna anggaran Pemerintah patuh terhadap ketentuan yang ada, pastinya ada apresiasi dari BPK kepada Pemerintahan dalam bentuk LHP

"Jadi saya kira mereka hadir bukan untuk mengadili pemerintah. Tapi memperbaiki kinerja pemerintah dengan baik, kalau kita patuh pasti mereka apresiasi dan bukan berarti kita memberikan sesuatu kepada mereka," jelasnya.

Jhon juga mengungkapkan, bahwa penyajian laporan keuangan yang baik dengan kewajaran, membuat Pemkab Jayawijaya menjadi salah satu Kabupaten yang menjadi percontohan bagi Kabupaten lain di Papua. Dalam hal penyajian laporan keuangan yang baik dan bebas dari korupsi. Dan ini menjadi dasar dan komitmen dari Pemkab Jayawijaya untuk bekerja secara benar dan bersih.

"Wamena sendiri  sudah dijadikan pilot project pemberantasan korupsi di Papua. Dengan Kabupaten Merauke, Wamena, Nabire, dan Biak. Dan saya yakin, Wamena mampu menjadi contoh yang terbaik bagi kabupaten yang ada di Papua dengan komitmen kita bekerja secara benar," ungkapnya.

Jhon berharap, agar hasil yang didapat oleh Pemkab Jayawijaya pada masa kepemimpinan dirinya merupakan suatu pencapaian yang baik. Namun demikian, peraihan tersebut tidak terlepas dari kerjasama semua pihak. Karenanya, dirinya berharap pada akhir kepemimpinannya pada 2018 mendatang, penyajian laporan keuangan perlu ditingkatkan lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi apa yang Pemkab Jayawijaya raih dimulai dari empat kali mendapat WDP dan dua kali mendapat WTP. Dan WTP yang kita dapat itu yang kita raih pertama itu yang ada catatan, saya harap sampai akhir kepemimpinan saya sebagai bupati Jayawijaya itu laporan keuangan harus lebih bagus dari tahun 2017 ini," harapnya (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment