Pemkab Mimika Kelola Dana Otsus Rp109 Miliar

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) -  Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, SE., MH mengakui, Provinsi Papua telah mendapatkan saluran dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp 5,6 triliun di mana dari Provnsi diberikan kewenangan ke setiap kabupaten dan kota untuk mengelola masing-masing sebesar 80 persen, dengan demikian Pemkab Mimika tahun ini mengelola Rp109 Miliar.

Bupati Omaleng  saat diwawancarai usai penyerahan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) kepada seluruh SKPD di Rumah Negara, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Selasa (20/6) mengakui, pemberian dana Otsus tersebut dilakukan berdasarkan amanat UU tentang Otsus bagi Provinsi Papua dengan besar anggaran yang ditetapkan setara dengan 2 persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional.

“Kita ini daerah Otsus, karena itu tahun ini kita kelola Rp109 Miliar khusus dana Otsus. Dari Provinsi yang langsung melimpahkan kewenangan kepada setiap daerah untuk mengelola sebesar 80 persennya,”ungkapnya.

Dijelaskan, dari hasil evaluasi penyaluran dana Otsus tersebut telah mengistruksikan kepada seluruh pimpinan daerah untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan program atau kegiatan kedepan dengan mengutamakan beberapa bidang prioritas seperti, Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Kemasyarakatan.

Diakui, untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) di Mimika telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), KPS, KMS ,Kartu dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) serta kartu yang disediakan khusus oleh PT Freeport. Dengan demikian, khusus untuk KMS harus difokuskan untuk Amungme dan Kamoro (Amor) sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada dua suku asli tersebut, dan kemudian untuk pembayarannya akan dilakukan Pemkab langsung kepada Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan.

“Kita akan tambahkan jumlah pemegang KMS khusus suku Amor supaya kalau mereka berobat di RSUD atau tempat lainnya harus dilayani secara geratis karena Pemkab yang akan membayar ke BPJS Kesehatan, tentunya menggunakan anggaran Otsus tersebut,”tuturnya.

Pada bidang Pendidikan, lanjut Omaleng dana Otsus akan digunakan untuk membebaskan biaya sekolah bagi seluruh anak Amor. Dengan demikian, jika masih ada sekolah yang melakukan pungutan biaya, maka Pemkab melalui Dinas Pendidikan akan memberikan tindak tegas kepada sekolah yang bersangkutan.

 Demikian juga dengan bidang Ekonomi, menurut Omaleng Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif sudah membangun koperasi di setiap wilayah pegunungan juga pedalaman, sehingga setiap hasil karya dari masyarakat langsung dibarter atau dijual kepada koperasi yang telah tersedia.

Selain itu, dengan adanya koperasi gerbang emas, maka semua masyarakat tidak harus datang jauh-jauh untuk menjual hasil pertanian atau kelautan mereka ke kota Timika, sebab sudah dibangun koperasi disetiap wilayah masing-masing.

“Dana Otsus itu saya harap harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat Amor, karena memang dengan adanya dua suku itu, maka adanya dana otsus,”ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment