Pemkab Siap Biayai 30 Anak Amor di STIPAN Jakarta

Bagikan Bagikan
Hengky Amisim
SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) akan membiayai 30 Anak asli suku Amungme dan Kamoro (Amor) untuk melanjutkan perkuliahan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintah Abdi Negara (STIPAN), Jalan Lenteng Agung nomor 37 A, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kabid SDM, Hengky Amisim saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/6) mengatakan, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE.MH., sejak lama telah menandatangani MoU bersama pihak STIPAN sehingga kuota 30 orang khusus anak Amor bisa diakomodir.

"Tahun ini benar-benar kita khususkan untuk dua suku, jadi tidak berlaku lagi seperti yang lalu-lalu yang beberapa suku kekerabatan juga diterima,"ungkapnya.

Kata Hengky, 30 anak tersebut akan dibiayai sejak awal masuk hingga wisuda serta asrama khusus. Akan tetapi jika selama menjalankan masa kuliah, sebagian dari 30 anak tersebut tidak mampu melanjutkan kuliah atau pun dikarenakan persoalan lain, maka anak bersangkutan akan dicoret dan lepas dari tanggung jawab Pemkab Mimika.

Terkait hal tersebut, pekan depan pihaknya  mulai mengumumkan peneriman calon mahasiswa yang akan melanjutkan sekolah STIPAN. Jelas Hengky, pihaknya akan menerima berkas dalam jangka waktu selama minggu langsung diseleksi kelengkapan berkas,  selanjutnya akan melaksanakan ujian tes pada minggu pertama bulan Juli. Selanjutnya jika sudah pasti lolos, 30 calon siswa tersebut akan dibuatkan pernyataan yang akan ditandatangani oleh calon siswa dan pihak Pemkab Mimika agar bisa memiliki komitmen untuk betul-betul bersekolah. Jika putus ditengah jalan, maka siswa bersangkutan akan dituntut ganti rugi sesuai dengan besaran anggaran yang telah diberikan pemkab.

"Kami akan undang pihak STIPAN untuk laksanakan Tes. Nanti tesnya di sini, tapi tempatnya belum bisa kami pastikan," ujarnya.

Kata dia, di STIPAN  ada dua jurusan yakni,  ilmu politik dan ilmu pemerintahan, dengan demikian 30 anak tersebut bebas menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan atau minat.

Untuk materi tes kata Hengky adalah, potensi akademik dan dilanjutkan dengan Medical Check Up (MCU). Kata dia, banyak anak Amor yang sebelumnya sangat ingin untuk melanjutkan sekolah ke STPDN dan yang lainnya namun tidak lolos ketika mengikuti tes. Karena itu Bupati Omaleng beinisiatif untuk bekerjasama dengan salah satu lembaga dan akihirnya menemukan STIPAN. STIPAN merupakan sekolah tinggi yang setara dengan STPDN namun saat ini belum menjadi ikatan dinas.

"Memang sekarang STIPAN belum berstatus ikatan dinas, tapi ada wacana untuk naikan status ikatan dinas, sehingga setara dengan STPDN," kata Hengky. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment