Penerima Beasiswa Pemkab Mimika Harus Murni Amor

Bagikan ke Google Plus
Eltinus Omaleng
SAPA (TIMIKA) -  Dalam rangka penjaringan calon mahasiswa program beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika tahun 2017, yang nantinya akan dikirim ke Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) di Jakarta, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE., MH menegaskan penerimaan calon mahasiswa penerima program beasiswa Pemkab Mimika harus murni anak-anak dari dua suku besar di Mimika, yakni Amungme dan Kamoro (Amor).

“Intinya itu saya tegaskan supaya jangan lagi seperti tahun lalu, itu anak-anak dari suku lain juga ikut diterima. Saya ingin tahun ini khusus untuk anak, adik dan saudara-saudara saya yang dari suku Amor,” tegas Bupati Omaleng ketika diwawancara awak media di Pendopo Rumah Negara, Selasa (20/6).

Selain calon mahasiswa penerima beasiswa Pemkab yang akan dikirim ke STIPAN Jakarta, hal yang sama juga diberlakukan untuk mahasiswa penerima beasiswa yang sama dan kelak akan berkuliah di Universitas California (University of California). 

Dengan demikian menurut Bupati Omaleng, setiap data calon mahasiswa akan diseleksi secara serius. Jika hanya dikarenakan calon mahasiswa lahir dan besar di Mimika maka tidak akan diterima, namun yang benar-benar diterima adalah mereka yang Ayah dan Ibunya adalah masyarakat asli dari dua suku besar tersebut, bukan suku kekerabatan dan pendatang.

“Saya heran yang sudah terjadi itu, anak-anak Amor itu kasihan bisa dihitung jari, padahal yang dari suku kekerabatan itu paling banyak sekali. 

Tahun ini saya harap tidak boleh lagi terima dari luar suku Amor,” ungkapnya.

Kata dia, penggunaan dana otonomi khusus (Otsus) di Mimika akan difokuskan untuk suku Amor termasuk membiayai perkuliahan, baik yang ke STIPAN maupun Universitas California serta beberapa sekolah tinggi lainnya yang sudah tersebar diseluruh kota di Indonesia seperti di Bali, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang dan beberapa sekolah tinggi di kota lainnya.

Selanjutnya, kata Bupati Omaleng, untuk semua calon ataupun mahasiswa yang kini sedang melaksanakan perkuliahan dengan beasiswa program Pemkab Mimika, harus siap menerima konsekuensi atau sanksi yang akan diberlakukan jika setiap mahasiswa yang bersangkutan tidak bisa menyelesaikan kuliah hingga mendapatkan gelar. Jika terjadi demikian maka mahasiswa yang bersangkutan akan dicoret dari daftar penerima program beasiswa Pemkab Mimika dan dipulangkan ke orangtua.

“Jadi kalau kita dapat anak-anak yang kita tanggung tersebut malas atau putus kuliah, maka kami akan pulangkan anak bersangkutan kepada orang tuannya. Kita tidak mau biayai anak-anak yang tidak punya semangat untuk bersekolah,” ujarnya.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah melalui Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) akan mengatur strategi agar semua mahasiswa bisa betah dan bertahan kuliah hingga wisuda, yakni dengan cara melakukan kontrol secara berkala terkait penghuni asrama di setiap kota tempat mahasiswa tersebut kuliah. Pihak kampus dan pengelola asrama akan dijadikan partner Pemkab Mimika untuk mengawasi perilaku setiap mahasiswa yang mengikuti program beasiswa Pemkab Mimika, sehingga dengan pasti Pemkab Mimika bisa menerima laporan jika terdapat mahasiswa yang telah putus kuliah.

“Kami akan pasang pengawas khusus baik di kampus maupun di asrama, supaya bisa kontrol anak-anak. Jangan sampai kita rutin berikan beasiswa, ternyata yang bersangkutan sudah kawin atau menghilang,” tuturnya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment