Penerimaan Siswa Baru Disarankan Melalui Tes Urin

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen) Kabupaten Mimika, Armin Wakerkwa menyarankan agar setiap calon siswa baru yang akan mendaftar pada Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) se-Kabupaten Mimika, melalui tahapan tes urin guna mendeteksi secara dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (12/6), Armin mengatakan bahwa Mimika merupakan kota yang sudah berkembang dan mudah dijadikan sebagai tempat beredarnya narkoba dan obat terlarang jenis lainnya. Dengan demikian, narkoba memiliki kemungkinan besar merambah hingga kepada para pelajar.

“Anak- anak sekolah itu perlu diperiksa secara rutin di masing-masing sekolah, karena Timika ini sudah jadi kota peredaran narkotika. Itu terbukti banyak orang sudah ditangkap,” ujar Armin.

Selaku kepala dinas pendidikan dirinya hanya sebatas memberikan saran, namun hal itu tergantung pada sekolah masing-masing. Tetapi alangkah baiknya jika pencegahan secara dini harus dilaksanakan.

Di Timika memiliki dua pintu masuk narkoba yakni di pelabuhan laut dan bandara, sehingga itu menjadi peluang baik bagi oknum-oknum pengedar narkoba yang memanfaatkan kedua pintu masuk itu. Selain itu menurut Armin, Timika juga merupakan tempat persinggahan bagi daerah lain yang hendak melakukan perjalanan ke kota lain di luar Papua, sehingga memilki peluang bebas bagi para pengedar.

Sementara itu pergaulan anak-anak kategori pelajar saat ini sangat perlu diperhatikan secara baik, sebab mereka rentan dan selalu berkelompok dalam berkumpul bersama ditempat-tempat yang sewajarnya belum bisa didatangi pelajar, seperti di cafe, tempat karaoke dan yang lainnya. Dengan demikian itu semakin mendekatkan para remaja usia sekolah ke arah-arah yang merusak mentalitas.

“Tidak menutup kemungkinan narkoba bisa saja beredar di kalangan pelajar di sekolah. Memang belum terbukti karena belun adanya pemeriksaan khusus. Untuk itu perlu dilakukan tes urin setiap calon siswa baru,” katanya.

Semua orang jelas telah mengetahui banyak tentang bahaya narkoba. Oleh sebab itu perlu adanya kepekaan dari pihak sekolah agar narkoba tidak merambah ke dalam lingkungan sekolah.

“Kalau sampai ke lingkungan sekolah yang mana tempat generasi penerus bangsa menuntut ilmu, itu berarti sangat berbahaya,” ujarnya.

Selain menyarankan tes urin di setiap sekolah, Armin juga mengharapkan adanya peran serta masyarakat dalam memerangi penggunaan dan peredaran obat terlarang di sekolah, khususnya peran orang tua siswa.

Menurut dia, Badan Narkotika Nasional (BNN) harus bisa secara rutin melakukan koorsinasi bersama seluruh masyarakat dan setiap sekolah, sehingga pencegahan terus dilakukan.

“Biasanya kalau siswa ketahuan gunakan obat terlarang baru orang tua datang mengamuk. Mereka tidak mau anak mereka disalahkan, padahal itu juga bagian dari tanggungjawab orangtua,” katanya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment