Penganiayaan Warga di Nawaripi Menyebabkan Aksi Saling Serang

Bagikan ke Google Plus
Petugas melakukan koordinasi dengan pihak korban
SAPA (TIMIKA) - Lagi-lagi kasus penganiayaan yang dilatarbelakangi minuman beralkohol kembali terjadi di Nawaripi dalam, Rabu (31/5) sekira Pukul 19.30 WIT. Akibatnya, dua orang warga menjadi korban terkena benda tajam dan dilarikan ke RSUD Mimika.

Untuk mencegah dampak yang lebih besar atas kejadian ini, jajaran Polres Mimika mengambil langkah cepat melakukan mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak baik korban maupun terduga pelaku.

“Ditakutkan persoalan ini akan berkembang luas, kemudian dilakukan mediasi antara kedua belah pihak baik kelompok korban dan terduga pelaku di Polsek Mimika Baru (Miru) setelah kejadian,” jelas Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si kepada wartawan, Kamis (1/6).

Dalam mediasi itu, kata kapolres, kedua belah pihak sepakat dan saling meminta maaf atas peristiwa yang terjadi, dan menegaskan kasus penganiayaan tersebut merupakan masalah individu atau pribadi yang tidak boleh dibawa hingga melibatkan suku maupun kelompok.

“Juga kedua belah pihak bersepakat dan berjanji untuk membantu pihak kepolisian mencari dan menghadirkan anak-anak mereka yang terlibat dalam permasalahan tersebut, dalam bentuk penyelesaian apa yang harus dilakukan sehubungan dengan kejadian tersebut,” jelas kapolres.

Kedua belah pihak juga berjanji bertanggungjawab menenangkan warganya dan mengimbau keluarga juga warganya masing-masing menahan diri tidak melakukan gerakan tambahan ataupun tindakan lain yang dapat memperkeruh situasi yang dapat merugikan banyak pihak.

“Kita masih selidiki kejadian tersebut dan mencari pelaku, apabila sudah ada akan kita informasikan,” ujar kapolres. 

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK menjelaskan, kejadian ini bermula ketika korban Finsensius L bersama Richardus T dari Nawaripi dalam hendak bepergian ke Kelurahan Kamoro Jaya - SP 4 sambil masing-masing mengendarai sepeda motor yang berbeda. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP) keduanya dihadang oleh sekelompok pemuda yang sedang melakukan pesta minuman beralkohol. Setelah keduanya dihadang, tanpa alasan seorang pemuda menendang Richardus dibagian belakang, dan tidak berselang lama salah satu dari kelompok pemuda yang menghadang Finsensius dan Richardus langsung menikam Finsensius dan mengenai pingang sebelah kiri.Tidak hanya itu, korban juga dipukul dengan benda tumpul dan menganai bagian kepala.

Karena terdesak, korban kemudian menghubungi rekannya yang berada di SP 4. Tidak lama kemudian rekan-rekan korban tiba di TKP lalu mengejar para pelaku penganiayaan. Pengejaran itu menyebabkan terjadinya aksi saling serang antar kedua kelompok dengan menggunakan batu serta alat tajam. 

Dalam aksi saling serang itu, seorang pemuda bernama Dominggus T dari kelompok yang menghadang korban, mengalami luka sabetan benda tajam pada bagian tangan kanan akibat saling serang yang terjadi.

Usai aksi saling serang itu, korban Finsensius bersama Dominggus kemudian dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis akibat luka yang diderita. 

Selanjutnya, petugas kepolisian yang dipimpin Kapolsek Mimika Baru AKP Frits J Erari bersama Kanit Reskrim, merespon peristiwa ini dan mendatangi TKP melakukan pengejaran terhadap kelompok yang menghadang dan melakukan penganiayaan terhadap korban Finsensius. Namun, polisi hanya menemukan sepeda motor Honda Supra nomor polisi DS 3349 MQ milik korban dan sepeda motor Satria DS 2261 MU milik rekan korban Richardus. Kedua sepeda motor tersebut sempat dibawa kabur oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok yang menghadang dan menganiaya korban.

Selain itu pihak kepolisan mengamankan seorang pemuda berinisial TAE alias Ano (17), dan yang bersangkutan sementara menjadi saksi karena saat kejadian sedang berada di TKP.

Kini, korban Finsensius yang dihadang lalu dianiaya sekelompok pemuda mabuk, bersama Dominggus yang terkena sabetan benda tajam saat terjadi aksi penyerangan, masih dirawat di RSUD Mimika. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment