Penunjukan Yoris Terindikasi Ada Kepentingan Politik

Bagikan Bagikan
Yoris Raweyai
SAPA (TIMIKA) - Sekertaris Eksekutif (SE) Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) Abraham Timang, menduga adanya kepentingan politik antara Bupati Mimika Eltinus Omaleng dengan politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Yoris Raweyai. Hal ini terkait diangkatnya Yoris oleh bupati melalui surat keputusan (SK) Bupati Mimika nomor 16 tahun 2017 sebagai fasilitator lembaga adat dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam rangka renegosiasi kompensasi atas tanah adat, hutan dan hak ulayat masyarakat Amungme dan Kamoro.

"Soal pengangkatan fasilitator, saya sependapat dengan pak Markus Timang dan juga pak Nurman, bahwa orang yang berbicara tentang batas wilayah, hak ulayat itu harus yang asli orang Amungme atau Kamoro yang punya hak,” kata Abraham Timang dalam menanggapi keputusan Bupati Omaleng tersebut, Rabu (7/6).

Di Mimika, kata Abraham, di diami oleh dua suku besar yakni Amungme dan Kamoro yang mengetahui persis tentang adat istiadat hingga hak ulayat mereka. Sehingga menurut Abraham tidak dibenarkan pengangkatan seorang fasilitator yang notabene bukan bagian dari dua suku besar tersebut.

"Jadi kalau mau jadi fasilitator diluar dari Amungme dan Kamoro untuk berbicara tentang Freeport dan lembaga adat, itu tidak bisa," katanya.

Abraham menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika perlu membangun komunikasi dengan kedua lembaga adat dalam memilih dan mengangkat fasilitator secara terbuka. Hal itu agar kepentingan dua suku besar pemilik hak ulayat dengan PTFI dapat benar-benar di akomodir. Itu dimaksud agar kedepannya tidak ada pemikiran negatif terkait pengangkatan fasilitator, dan selain itu masih banyak masyarakat Amungme dan Kamoro yang bisa diangkat menjadi fasilitator ketimbang menunjuk orang lain.

“Kalau mau cari fasilitator secara independen itu Pemerintah tidak bisa buat sendiri, tapi perlu ada komunikasi dengan lembaga, dan ini sangat penting sekali karena ini untuk mengakomodir kepentingan lokal. Kita lihat kan Yoris ini bukan fasilitator, tapi dia seorang politikus dari partai Golkar. Nanti ada berbagai tanggapan masalah pengangkatan ini karena diduga ada kepentingan politik, jadi kita harus menghindari hal-hal seperti itu,” terangnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment