Penyakit Sosial yang Diprediksi Rasulullah

Bagikan Bagikan
Ustadz Abdurrahman
SAPA (TIMIKA) - Akan datang pada ummatku, mereka mengadakan suatu kompetisi yang tidak ada ujung pangkalnya sama sekali, kemudian benci membenci antara sesama ummat. Adapun penyakit Zaman yang mana ummat menjadi iri hati dan dengki dengan sesama mereka. Rasulullah meyakini hal ini pasti terjadi.

"Penyakit ini tidak hanya menjadi prediksi tetapi diyakinkan pasti akan terjadi," kata Ustadz Abdurrahman dalam tausiyah di Masjid Babussalam, Senin (12/6).

Sampai-sampai ada ayat di dalam Al-Quran yang bisa dibilang menyindir kita. Seperti dalam keseharian, kelalaian yang membuatmu sehingga kamu sendiri yang datang menziarahi kubur mu.

Dikatakan, ketika mencari Rezki itu jangan sampai kita menunda kewajiban kita kepada Allah. Jangan sampai gara-gara kejar setoran sampai kewajiban kita tinggalkan.

"Sampai Sholat Ashar jam 17.30, Subuh 06.30 dan Maghrib mendekati Isya dengan alasan sibuk, lelah dan yang lainnya," katanya.

Sedangkan, benci membenci yang dimaksud ialah adanya persaingan antara sesama muslim sehingga persaudaraan silaturrahmi menjadi korban. Ini bahkan terjadi dalam lingkup keluarga. Contoh kecil ada anak yang menyalahkan anaknya, ada anak yang membantai bapaknya.

"Ini karena terlalu berlebihan dalam memandang dunia segalanya. Dan ini merusak nilai nilai-nilai dalam tatanan masyarakat," katanya.

Penyakit berikutnya Ialah iri hati dan dengki, yang menurutnya merupakan penyakit klasik yang diwariskan oleh iblis, dan ini boleh dikatakan penyakit tertua manusia. Ini bukan saja merusak tatanan masyarakat dalam berbangsa, tapi akan merusak pelaku dengki  ini sendiri.

Berdasarkan Hadits Rasulullah, berhati-hati lah dengan penyakit dengki, karena penyakit dengki itu bisa menghanguskan amal sebagaimana api menghanguskan kayu yang sudah lapuk.

"Karena sesungguhnya dengki akan menghilangkan amal yang telah dia kerjakan susah payah,"  

Adapun penyakit berikutnya ialah perang saudara, ini sudah terjadi dalam dunia Islam khususnya di daerah-daerah timur tengah yang diakibatkan oleh ambisi politik yang rendah,  sehingga ukhuwah menjadi korbannya.

Sebagaimana pesan Ibrahim, manusia telah kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya, tetapi manusia hanya sekedar topeng dan kamuflase semata.

"Kita seharusnya berfikir lebih matang dan lebih rasional bahwa penyakit-penyakit ini jangan sampai menggurita disekitar kita. Karena ini merupakan sebuah kiamat sebelum kiamat uang sesungguhnya," tambahnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment