Peracik Kosmetik Buatan Terbukti Gunakan Merkuri

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Peracik kosmetik buatan yang berinisial Y dan ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) di tokonya komplek pasar lama, Jalan Bougenville pada Jumat 12 Mei 2017 lalu, terbukti menggunakan zat merkuri dalam meracik kosmetik buatannya. Itu terbukti setelah melewati penelitian Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Papua.

“Hasil penelitian BPOM sudah keluar 2 Juni lalu. Dari tiga krim wajah dan dua krim bodi yang kita kirim, semuanya mengandung bahan terlarang merkuri,” ungkap Kepala Satreskoba Polres Mimika, Iptu Lorentius Kordiali kepada awak media di Kantor Pelayanan Masyarakat Polres Mimika, Selasa (13/6).

Berdasarkan keterangan ahli dari BPOM Papua, merkuri merupakan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, dan zat teratogenik yang menyebabkan cacat janin dalam masa kehamilan. Sementara efek lainnya, merkuri dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit.

Selain itu, ratusan jenis barang bukti kosmetik yang diamankan petugas dari pelaku pada saat pengrebekan, juga dikatakan tidak memiliki izin peredaran dari pihak terkait.

"Barang bukti yang disita berupa 541 pot kosmetik dengan 20 merek, semuanya terbukti tidak memiliki izin edar," ungkap Kordiali.

Pelaku Y yang saat ini berstatus tersangka dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan begitu yang bersangkutan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment