PHBI dan MUI Tidak Pernah Rekomendasi Penarikan Pengadaan Lahan Sholat

Bagikan ke Google Plus
Anak-anak yang melakukan penarikan sumbangan 
SAPA (TIMIKA) – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika tidak pernah mengeluarkan rekomendasi penarikan pengadaan lahan Sholat Id. Hal ini menjawab maraknya penarikan atau sumbangan yang dilaksanakan di jalan oleh beberapa pihak.

Ketua PHBI Mimika, La Itam Gredenggo kepada wartawan di Gedung Serbaguna Masjid Agung Babussalam, Minggu (18/6) mengatakan, terkait adanya penarikan atau sumbangan yang dijalan-jalan tersebut, pihaknya sudah membuat peryataan, bahwa tidak pernah rekomendasi kepada anggota PHBI atau yang lainnya. Sehingga PHBI meminta untuk tidak melaksanakan pemungutan atau sumbangan yang dilaksanakan oleh anak-anak, guna pengadaan lapangan ibadah Sholat Id.

“PHBI tidak pernah menunjuk anggota ataupun yang lain, untuk penarikan sumbangan,”katanya.

Sementara ditempat yang sama Ketua MUI Mimika, Ustad H M Amin,Ar,S.Ag mengatakan, mengenai pengadaan lahan untuk Sholat Id, beberapa waktu lalu Bupati pernah melakukan pertemuan dengan beberapa ormas Islam, termasuk MUI dan PHBI. Dimana pada saat itu, Bupati memerintahkan untuk mencari lahan, guna tempat Sholat Id.

Lanjutnya, dari petunjuk Bupati tersebut, pihaknya sudah mencoba untuk mencarikan lahan. Namun, kita ketahui bersama, bahwa untuk persetujuan tentang pengadaan membutuhkan proses. Dalam arti, apakah pemerintah menyetujui atau tidak, dan apabila disetujui, maka akan dikembalikan ke ormas.

“Sebenarnya Bupati sudah beri intruksi untuk mencari lahan untuk Sholat Id. Dan sampai saat ini hal tersebut belum terlaksana. Dan dari itu, ada beberapa orang yang datang ke MUI. Dimana mereka sampaikan punya lahan yang bisa digunakan. Tapi, saya katakan, bahwa semua keputusan ada ditangan Bupati,”jelasnya.

Ia menambahkan, karena belum terlaksananya pengadaan lahan untuk pelaksanaan Sholat Id, maka dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk menarik sumbangan. Dimana segelintir orang tersebut mengatasnamakan MUI, padahal pihaknya tidak pernah merekomendasikan. Terlebih lagi, penarikan sumbangan yang dijalankan oleh pihak-pihak tertentu tersebut dilakukan oleh anak-anak.

“Saya minta kepada aparat keamanan atau Satpol PP tangkap, karena itu ilegal. Apalagi mengeksploitasi anak-anak itu melanggar undang undang atau peraturan mengenai ibu dan anak,”ungkapnya.(Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment