PHBI Pusatkan Sholat Idul Fitri di Lapangan Timika Indah

Bagikan ke Google Plus
PHBI Mimika saat melakukan pertemuan dengan para Mubaligh
SAPA (TIMIKA) – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika, akan menggelar Sholat Idul Fitri (Ied) 1438 H/2017 di Lapangan Timika Indah. Rencana pelaksanaan Sholat Ied tersebut, disampaikan pada pertemuan dengan para mubaligh dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, di Gedung Serbaguna Masjid Agung Babussalam, Minggu (18/6).

Ketua PHBI Mimika, La Itam Gredenggo mengatakan, Sholat Id 1438 H direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu 25 Juni 2017 nanti. Dari rencana tersebut, maka PHBI Mimika mengumpulkan semua imam dan khotib terkait dengan penempatannya pada saat Sholat Ied nanti.

“Untuk pelaksanaan Sholat Ied tingkat Kabupaten, PHBI akan menggelar di Lapangan Timika Indah, dengan Imam H Akhir Iribaram,SE dan Khotib Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Mimika, H Abdul Mutholib Elwahan,S.Pd. Sementara untuk di masjid-masjid, pihaknya juga sudah menempatkan 57 imam dan khotib,”katanya kepada Wartawan usai pertemuan.

Kata dia, dari 57 Imam dan Khotib yang disiapkan PHBI, ada beberapa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang mendatangkan mubaligh dari luar atau ustad tamu. Dari hal tersebut, maka diharapkan untuk melaporkan ke MUI Mimika dan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Muslim Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mimika. Karena kedua instansi tersebutlah, yang memiliki tugas untuk mendata ustad dari luar.

“Kami hanya melaksanakan pelaksanaan hari besar Islam. Sementara untuk pendataan ustad tamu, bagian dari MUI dan Binmas Islam,”jelasnya.

Sementara menyangkut mengenai pelaksanaan Sholat Ied yang jatuh pada hari Minggu. La Itam mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan beberapa pihak, baik itu pihak gereja dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika. Hal ini dikarenakan, ada beberapa tempat pelaksanaan Sholat Ied yang dekat dengan gereja. Sehingga sebagai bentuk toleransi umat beragama, pihaknya akan membangun komunikasi dengan baik.

“koordinasi dengan pihak gereja akan kami lakukan. Namun pelaksanaan Sholat Id ini bukan pertama kalinya dilaksanakan. Sehingga dalam pelaksanaannya nanti, saya meyakini tidak ada masalah,”tuturnya.

Sementara Ketua MUI Mimika, Ustad H M Amin AR,S.Ag mengatakan, menyangkut ustad tamu, pihaknya meminta kepada DKM untuk menyerahkan daftar riwayat hidup kepada MUI dan Binmas Islam Kemenag. Ini dilakukan untuk melakukan pendataan, siapa saja, berapa, dan berasal dari mana? 
“Sebelum ada SK penunjukan imam dan khotib dari PHBI, maka laporan CV untuk ustad tamu ini harus segera masuk,”kata Ketua MUI.

Selain itu, kata dia, dalam menyampaikan khotbah, pihaknya meminta kepada semua Khotib tidak mengandung hate speech (ujaran kebencian,red). Sehingga tidak mempropokatif umat.

“Saya yakin para khotib dalam penyampaian khutbahnya tidak akan menyinggung. Tapi, kami tetap imbau kepada semuanya untuk mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan toleransi umat beragama di daerah ini,”tuturnya. 

Ustad Amin menambahkan, sementara pelaksanaan Shola Ied yang jatuh pada hari Minggu. Dimana Umat Kristiani juga melaksanakan ibadah, pihaknya menilai tidak ada masalah. Hal ini dikarenakan Sholat Ied dilaksanakan mulai pukul 07.00-09.00 Wit. Sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah umat lainnya.

Lanjutnya, sementara untuk di lapangan Timika Indah, yang biasanya menggunakan badan jalan, dan jamaah menggunakan alas koran, maka pihaknya mengimbau kepada jamaah untuk membersihkan tempat sholatnya. Walaupun PHBI nanti akan menyiapkan petugas kebersihan.

“Disinilah akan terlihat, Kebhinekaan dan harmonisasi antar umat beragama. Dalama rti, umat Islam melaksanakan Sholat Ied, sementara Nasrani dan Katolik melaksanakan ibadah di gereja,”ujarnya.

Ia mengatakan, walaupun demikian, untuk malam takbiran yang jatuh pada 24 Juni 2017 atau malam Minggu, pihaknya dari lubuk paling dalam meminta maaf untuk mengumandangkan takbir. Dan ini juga berdasarkan Peraturan Dua Menteri, yakni Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

“Pada malam takbiran, Umat Muslim akan mengumandangkan takbir. Sehingga untuk menjadi perhatian dan toleransinya. Dan takbiran pun ada batasnya, yakni sampai pukul 21.00 Wit,”ungkapnya.(Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment