Polisi Sita 20 Liter Sopi dan Amankan Empat Orang

Bagikan Bagikan
Penangkapan pembuat minuman beralkohol jenis Sopi.
SAPA (TIMIKA) – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Citak Mitak, Iptu Irwanto Sawal, memimpin langsung operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dan berhasil menyita kurang lebih 20 liter minuman beralkohol jenis Sopi dan mengamankan empat orang di Kampung Tamanim, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Minggu (11/6).

Kepolsek saat bersama dengan anggota TNI dari Yonif 755 Yalet, para tokoh adat serta aparat kampung yang ikut melakukan operasi Pekat ini mengatakan, saat ini operasi yang digelar dengan menggandeng berbagai pihak, untuk mengurangi angka kriminalitas yang diakibatkan dari minuman beralkohol.

“Empat pelaku berinisial SE dan kawan-kawan yang memproduksi miras jenis Sopi beserta barang bukti berupa peralatan pembuatan Sopi, dan sekitar 20 liter yang belum sempat diproduksi, saat ini telah diamankan di Mapolsek Citak Mitak,” jelas Kapolsek Irwanto.

Menurut dia, sosialisasi terkait dampak negatife dari minuman beralkohol sudah sering dilakukan, tetapi masih ada saja segelintir anak muda yang memproduksinya. Sehingga bagi masyarakat yang masih membuat atau memproduksi minuman keras lokal jenis Sopi maupun jenis lainnya, pihaknya akan mengambil langkah dan tindakan tegas.

“Masyarakat sering mengeluh tentang keberadaan miras. Masyarakat yang mengkonsumsi miras jenis Sopi sering membuat keributan sehingga masyarakat di pusat ibukota Distrik Citak Mitak sangat terganggu,” ujarnya.

Pelaksanaan operasi ini dimaksudkan selain untuk menjaga kamtibmas selama pelaksanaan ibadah puasa dibulan suci ramadhan, juga untuk mengurangi kriminalitas yang selalu terjadi akibat dari minuman beralkohol.

Dari hasil operasi itu, barang bukti berupa minuman beralkohol jenis Sopi langsung dimusnahkan, sedangkan keempat pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Citak Mitak untuk dilakukan pembinaan sehingga tidak lagi menjual atau memproduksi minuman beralkohol jenis Sopi maupun jenis lainnya.

Terkait operasi ini masyarakat sangat menyambut baik, karena dengan adanya minuman beralkohol membuat masyarakat di kampong tidak bisa hidup tenang.

“Kami berharap jika nanti masih ditemukan miras, dimohon kapolsek beserta TNI dan para tokoh lain agar betul-betul menindak tegas,” pinta salah satu masyarakat di kampung tersebut. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment