Polisi Tetapkan Wakil Ketua KNPB Timika Tersangka

Bagikan Bagikan
Aparat keamanan saat membubarkan kegiatan KNPB Timika
SAPA (TIMIKA) -  Penyidik Kepolisian Resort Mimika akhirnya menetapkan Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika berinisial YA sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Ditetapkan YA sebagai tersangka, dibenarkan Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon AKBP Victor D Mackboen, SH., SIK., MH.,MSi melalui Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, Rabu (31/5).

Dijelaskan Dion, YA sebelumnya ditangkap pada Selasa (30/5) di Kompleks Kantor Komite Nasional Papua Barat (KNPB) - Parlemen Rakyat Daerah Mimika (PRDM), di Jalan Sosial, Distrik Mimika Baru, Kota Timika, Papua . Saat itu, KNPB menggelar kegiatan doa ucapan terima kasih kepada Negara-negara di Dunia atas penandatanganan dukungan petisi secara global.

Kegiatan tersebut kata Dion, terdapat usur dugaan makar. Dimana saat kegiatan terdapat orasi-orasi yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pasal yang kita sangkakan, Pasal 106  KUHP jo Pasal 87 KUHP ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara,"kata Dion kepada Salam Papua, Rabu (31/5) malam.

Sebelum YA ditangkap, menurut Dion, awalnya pada sekitar pukul 09.00 WIT, KNPB mengadakan kegiatan mengatasnamakan ibadah dengan agenda penutupan tanda tangan petisi yang  mendukung PBB untuk melakukan Refrendum ulang terhadap rakyat Papua karena Pepera 1969 dianggap tidak sah.

Sekitar pukul 13.00 WIT setelah  ibadah selesai, tersangkaYA selaku wakil ketua KNPB wilayah Timika sekaligus Koordinator Lapangan (Koorlap) kegiatan acara tersebut mempersilahkan R  selaku PRD wilayah Kaimana untuk memberikan kata sambutan.

"R naik ke atas panggung dan melakukan orasi  Papua merdeka, referendum yes, kita rakyat Papua yang mendukung petisi tujuannya untuk kita merdeka. Kemudian diikuti peserta kegiatan  dengan berteriak merdeka, merdeka, refrendum yes,"kata Dion meniru perkataan R yang mewakili wilayah Kaimana.

Setelah itu, lanjut Dion,  YA selaku koorlap kembali mempersilahkan SA  selaku wakil ketua PRD wilayah Mimika untuk naik keatas panggung kemudian memberikan kata sambutan.

Setelah itu SA kemudian naik keatas panggung dengan mengatakan, "Saya mengucapkan terimah kasih kepada rakyat Papua karena sudah melakukan tanda tangan petisi untuk mendukung PBB melihat kembali Pepera tahun 1969 yang cacat hukum,maka harus diadakan Referendum untuk menentukan nasib sendiri rakyat Papua," kata SA mewakili Wilayah Kaimana yang kembali ditirukan Dion.

Setelah itu,  YA kembali mempersilahkan RF untuk memberikan orasi. Dalam orasinya RF kembali mengatakan Papua merdeka, referendum yes, yang mana kemudian diikuti peserta ibadah dengan mengatakan merdeka,merdeka, referendum yes, referendum yes.

Setelah mendengar orasi tersebut, kata Dion, pihak Kepolisian Polres Mimika dan TNI menghentikan acara tersebut dan mengamankan YA selaku Korlap  kegiatan.

“YA berperan untuk mempersiapkan panggung, memasang spaduk, bendera KNPB serta bertindak sebagai koordinator acara sekaligus protokol acara KNPB,” kata Dion.

Untuk barang bukti yang diamankan, menurut Dion, yaitu  Bendera KNPB 5 lembar, tiang bendera 2 buah, 3 panduk bertuliskan " dukungan petisi manual di wilayah Bomberay ", spanduk yang bertuliskan " Refrendum for west Papua ", dan pengeras suara ( loudspeker, toa). (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment