PTFI Tidak Menghadiri Undangan DPRP Papua

Bagikan ke Google Plus
Pertemuan di DPRP Papua membahas ketenagakerjaan di area Freeport
SAPA (TIMIKA) – Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak menghadiri undangan pertemuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua untuk membahas permasalahan ketenagakerjaan antara manajemen PTFI dengan ribuan pekerja yang masih melaksanakan mogok. Pertemuan ini rencananya digelar di aula pertemuan DPRP Papua pada Selasa (20/6).

Ketidakhadiran Manajemen PTFI membahas masalah tenaga kerja bersama DPRP Papua, sudah kedua kalinya. Dimana pada pertemuan sebelumnya, Jumat (16/6) Freeport tidak hadir. 

"DPRP disini hanya memfasilitasi penyelesaian masalah Freeport dengan pekerja. Namun dengan ketidakhadiran Manajemen PTFI, membuat kami kecewa dan sangat disesalkan," kata Anggota Komisi I DPRP Papua, Wilhelmus Pigai saat menghubungi wartawan, Selasa (20/6).

Ditanya alasan manajemen PTFI tidak hadir,  Mus Pigai mengungkapkan, melalui surat yang ditandatangani Kepala Perwakilan PTFI di Papua, pihak Manajemen PT FI tidak hadir dalam pertemuan itu dengan alasan beberapa agenda kerja lain yang bertepatan dengan waktu pertemuan seperti dalam undangan.

Mus menjelaskan, anggota DPRP Papua, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, dan Tim SPSI Mimika yang hadir dalam pertemuan tersebut, sepakat kembali mengagendakan pertemuan pada Senin 10 Juli mendatang.

"Jika Manajemen Freeport kembali tidak hadir pada pertemuan 10 Juli nanti maka kami akan meminta aparat untuk memangil secara paksa. Itu sesuai aturan," kata Mus Pigai.

Selain itu, DPRP dan Pemprov Papua akan menyurati Manejemen PT FI untuk menghentikan sementara rekruitmen tenaga, sampai persoalan dengan serikat pekerja selesai.

Menurut Mus, status sah tidaknya mogok kerja ribuan karyawan saat ini tidak ditentukan oleh pihak manajemen maupun serikat pekerja, tapi harus melalui keputusan pengadilan. 

"Jadi kami minta supaya tidak ada perekrutan sampai masalah ini selesai dan pekerjakan kembali karyawan yang sedang mogok. Karena yang bisa menilai sah tidaknya mogok kerja adalah lembaga pengadilan," ujar Mus.

Ketua PC SPKEP SPSI Mimika, Aser Gobai saat dikonfirmasi membenarkan ketidakhadiran Manajemen PT FI dalam pertemuan itu. Ia berharap Manajemen PTFI akan hadir dalam pertemuan pada Senin 10 Juli nanti agar persoalan antara Manajemen PT FI dengan Serikat Pekerja bisa segera mencapai win-win solution.

Sementara Manajer Corporate Communication PT FI, Kerry Yarangga saat dikonfirmasi terkait pertemuan itu, mengatakan belum mengupdate informasi terkait pertemuan berikut hasil-hasilnya.

"Baik saya teruskan ke Pak Riza (VP Corpcomm PTFI - Red). Salam," katanya melalui pesan singkatnya. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

1 komentar:

  1. Itulah hebatnya Freeport,jngnkan pemerintahan daerah,pusat saja dilawan.

    ReplyDelete