Puluhan Warga Berburu Limbah Emas di Portsite

Bagikan ke Google Plus
Kondisi pencarian konsentrat di area porsite
SAPA (TIMIKA) - Puluhan warga Kampung Karaka dan sekitarnya berburu limbah tambang mengandung emas yang dibuang ke areal dataran rendah, khususnya daerah portsite.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para pendulang dan masyarkat umum non karyawan masih ramai mengambil limbah tersebut.

Masyarakat yang melakukan pendulangan  mayoritas dari suku Kamoro, baik yang asli dari pulau Karaka maupun luar pulau Karaka, Poumako, Ayuka, Tipuka, Timika dan sebagian kecil dari suku gunung dan oyame. Kurang lebih berjumlah ratusan orang  yang mengambil limbah konsentrat di area pembuangan yang terletak dibelakang area portsite. 

Menurut keterangan dari Kepala SRM area Portsite, Edoway dan Danton Satgas Polairud, Iptu Derek, sebelum membuang limbah tidak ada koordinasi dengan security maupun Satgas, sehingga saat ini masyarakat sudah susah untuk  dikendalikan dan masyarakat tidak mau meninggalkan area pembuangan sebelum mereka mendapatkan hasil.

Felix yang berasal dari Poumako menyarankan  agar masyarakat diperbolehkan ambil limbah konsentrat hanya untuk hari ini (Jumat-Red) saja dan besok (Sabtu-Red) apabila ada masyarakat  yang masuk mengambil agar ditangkap. 

Satgas Lanal kemudian melakukan koodinasi dengan  Edoway dan minta agar masyarakat diperbolehkan mengambil limbah konsentrat batas pada Jumat sore.  Masyarakat dengan beramai-ramai masuk ke areal pembuangan limbah untuk mengambil limbah dengan mengunakan karung dan ember. 

Limbah konsentrat tersebut diketahui dibuang ke area pembuangan sejak Selasa (13/6) sampai saat ini.  Berdasarkan informasi yang didapat bahwa ada karyawan yang membocorkan kepada masyarakat bahwa ada limbah konsentrat yang dibuang ke pembuangan, sehingga masyarakat mengetahui dan informasi tersebut menyebar ke masyarakat.

Diketahui bahwa limbah konsentrat yang dibuang dari pabrik pengeringan DWP Portsite kandungan emasnya cukup tinggi.  Dilokasi pembuangan limbah dijaga oleh Satgas Polairud, Lanal dan SRM kurang lebih sebanyak 15 orang.

Sementara itu Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon ketika dikonfirmasi mengatakan, benar ada kegiatan masyarakat di area Porsite. Namun kegiatan pencarian konsentrat tersebut berada di luar area bukan di dalam Porsite.

“Itu limbah atau ampas yang sudah menumpuk lama. Cuma tidak tahu siapa yang bikin isu, sehingga masyarakat datang ke situ. Karenanya, kami akan melakukan pengecekan terhadap hal tersebut,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, kegiatan puluhan masyarakat tersebut sangat membahayakn. Apalagi daerah Porsite masuk dalam wilayah obyek vital nasional (obvitnas).

“Itu membahayakan, karena limbah dan bisa mengganggu aktifitas di sana. Karenanya, kami akan tambah pengamanan di sana,” kata Kapolres. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment