Rakyat Mimika Jadi Penonton Konflik Politik

Bagikan Bagikan
Yanes Natkime
SAPA (TIMIKA) - Tokoh Masyarakat Amungme, yang juga mantan anggota DPRD Mimika periode 2009-2014, Avg Yanes Natkime, STh, mengaku prihatin dengan kondisi di Mimika beberapa tahun terakhir ini, karena pemerintah disibukkan dengan konflik politik dengan DPRD Mimika, sementara masyarakat hanya menonton masalah ini dari waktu- ke waktu.

“Kalau kita lihat pemerintah jalan sendiri dengan rel politik dan masyarakat hanya menonton,” kata Yanes Natkime saat ditemui wartawan di Kantor Lemasa, Jalan Perjuangan, Rabu (21/6).

Dikatakan, tiga tahun terakhir, masalah politik di Mimika tidak kunjung berakhir hingga hari ini. Sehingga ia mempertanyakan apakah kondisi ini akan terus seperti ini atau ada perubahan untuk Mimika.

Persoalan ini menurutnya adalah hal esensi yang luput dari perhatian semua orang, baik dari dedominasi gereja, lembaga politik, lembaga masyarakat dan lembaga adat. Padahal tanpa disadari pemangku kepentingan dalam hal ini Bupati dan Wabup telah mengecewakan masyarakat yang menjadi korban masalah ini.

Karena itu lanjutnya, dua lembaga ini yakni eksekutif dan legislatif seharusnya menjalin hubungan yang baik, sama-sama melihat apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga anggaran dan pembangunan dari tahun ke tahun bisa tepat sasaran.

“Tiga tahun terakhir ini pemerintah dan legislatif tidak mampu menyelesaiakan persoalan politik yang terjadi. Apakah ini akan berlangsung lima tahun? Jadi masyarakat hanya nonton konflik politik yang juga bikin masyarakat jadi bingung,” jelasnya.

Seharusnya, kata dia, pemegang kepentingan di daerah ini baik pemerintah dalam hal ini Bupati maupun DPRD memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Dengan usia Mimika yang sudah 17 tahun, seharusnya keberlangsungan pemerintahan dan juga DPRD semakin lebih tertata baik dan masing-masing menjalankan fungsinya dengan baik.

Berkaca dari persoalan yang terjadi saat ini, ia berharap agar pemilihan kepala daerah yang akan segera dilaksanakan, muncul figur-figur yang benar-benar memihak rakyat, memikirkan apa yang paling dibutuhkan oleh rakyat. Karena tujuan dari pembangunan yang sesungguhnya adalah memajukan masyarakat  dari segala sisi, baik kesehatan, pendidikan maupun infrastruktur. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment