Satu Korban Perahu Tenggelam Masih Dirawat di RSUD Mimika

Bagikan Bagikan
SAPA (TIMIKA) - Christember Isak (27) salah satu korban perahu tenggelam di Kali Upaya, Distrik Mimika Barat Tengah, pada Senin (26/6) masih menjalani perawatan intensif di RSUD Mimika. Korban mengalami luka luka robek pada kaki kiri dan bengkak.

Humas RSUD Mimika, Luky Mahakena mengatakan, pada Rabu (27/6) kemarin RSUD Mimika menerima 20 orang korban perahu tenggelam. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan oleh tim medis, 19 orang sudah diperbolehkan pulang. Hal ini dikarenakan, 19 orang kondisinya sehat. Sementara satu orang, atas nama Isak masih dirawat di RSUD Mimika, karena mengalami luka patah atau fraktur terbuka pada kaki kiri.

"Isak dirawat intensif, karena korban mengalami patah  pada kaki kiri. Sementara 19 orang lain  e nya sudah diperbolehkan pulang,"jelas Luky saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (28/6).

Sebelumnya, Jemaat PAM Viodolorossa ke Kampung Uta bertujuan untuk melakukan bakti sosial. Dari rencana tersebut, rombongan diberangkatkan dengan dua perahu yang berukuran kecil dan besar. Dan dari hal tersebut, maka rombongan berangkat dari Pelabuhan LPMAK yang ada di area Poumako, sekitar pukul 09.00 Wit.

Dari kedua perahu yang ditumpangi oleh para Jemaat, perahu berukuran kecil yang ditumpangi sembilan orang jemaat ditambah dua motoris berhasil sampai ke Kampung Uta. Namun, perahu berukuran besar yang ditumpangi 22 orang jemaat dan dua motoris terbalik dan tenggelam di perairan Kali Ipaya.

Sebelum terjadi musibah, perahu menabrak akar pohon yang mengakibatkan kebocoran. Dari kondisi tersebut, awak kapal berusaha menutupnya dengan kain, namun tidak berhasil. Sehingga membuat perahu tenggelam, dan 22 penumpang dan dua motoris melompat ke Kali Ipaya.

Para penumpang kemudian dievakuasi ke Kampung Ipaya. Ditempat tersebut, tiga petugas kesehatan yang bertugas di Kampung Ipaya langsung memberikan pengobatan, baik dengan menjahit ringan atau hanya sekedar memeriksa. Selain itu petugas yang dibantu masyarakat menyediakan pangan bagi para korban.

Sementara dari kejadian itu, keluarga dari salah satu korban, langsung melaporkan ke Kantor SAR Timika, pada Senin (26/6) malam. Dari laporan tersebut, Kantor SAR Timika pada Selasa (27/6) sekita pukul 06.00 Wit menurunkan tim untuk melakukan evakuasi. Dan berhasil mengevakuasi 20 korban (19 penumpang dan satu motoris) ke Timika. Sementara empat orang melanjutkan perjalanan ke Kampung Uta.

Total jumlah penumpang di dalam perahu bantuan Dishubkominfo tersebut sebanyak 22 orang ditambah dua orang motoris sehingga total 24 orang.(Markus Rahalus).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment