Sejumlah Lapter di Mimika Belum Miliki Dokumen AMDAL

Bagikan Bagikan
Yan S Purba
SAPA (TIMIKA) - Sejumlah lapangan terbang (Lapter), khususnya Lapter perintis yang berada di sejumlah distrik di Mimika hingga kini belum seluruhnya memiliki Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun karena dokumen ini menjadi satu keharusan, maka Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) Kabupaten Mimika akan segera menyelesaikannya.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dishubkominfo, Yan S Purba, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, di jalan C Heatubun, Rabu (7/6) mengatakan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999, tentang analisis mengenai dampak lingkungan, maka menjadi sesuatu yang wajib dilakukan sebelum pembangunan Lapter. Namun dirinya tidak mengetahui persis penyebabnya, sehingga sampai saat ini tidak semua Lapter belum dokumen AMDAL.

“Sekarang tidak main-main, kalau tidak ada AMDAL-nya, maka izin operasi dicabut,” katanya.

Dijelaskan, untuk Lapter di Kapiraya, Alama, Potowaiburu, Jita, Jila dan Kilmit sudah digunakan, namun untuk Lapter Hoeya, Bela Noema, tahun ini masih dikerjakan.

Sedangkan dua Lapter lainnya yakni Kokonao dan Agimuga, dikelola langsung oleh Kemneterian Perhubungan.

Untuk diketahui, tujuan AMDAL untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menekan pencemaran, sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin.  Dengan mengidentifikasi, memprakirakan, dan mengevaluasi dampak yang mungkin terjadi terhadap lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan yang direncanakan dan meningkatkan dampak positif dan mengurangi sampai sekecil – kecilnya.

Kemudian, agar masyarakat di sekitar lingkungan pembangunan yang direncanakan,  dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya, sehingga dapat mempersiapkan diri untuk berpartisipasi.  (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment