Seorang Anggota Polisi Laka Tunggal Akibat Mabuk

Bagikan ke Google Plus
Anggota polisi tergeletak di Jalan Yos Sudarso akibat mengalami laka tunggal
SAPA (TIMIKA) – Seorang anggota polisi jajaran Polres Mimika mengalami laka tunggal pada Kamis (8/6) dini hari sekira pukul 02.05 WIT di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan Apotek Arguni. Korban diduga dalam keadaan mabuk dan memaksakan diri mengendarai kendaraan roda dua, dan akibatnya korban mengalami kecelakaan.

Saat kejadian, korban yang diketahui bernama Nasip Parulian Purba (30) yang berpangkat Brigadir, mengendarai sepeda motor matic tanpa TNKB, bahkan korban tidak membawa SIM maupun STNK.

Korban saat itu dari arah pasar lama melaju dalam keadaan mabuk. Karena tidak mampu mengedalikan sepeda motornya dengan baik, korban akhirnya mengalami kecelakaan dan mengalami luka-luka pada bagian kepala yang menyebabkan keluar darah dari hidung dan mulut, dan tulang tengkoran mengalami keretakan.

Korban kemudian dibantu warga sekitar untuk dinaikkan keatas mobil patroli Satlantas Polres Mimika, dan dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.

Terkait kasus laka tunggal ini, Kasatlantas Polres Mimika AKP Samuel D. Tatiratu melalui Kanit Laka Lantas Ipda Soeprayogi, SH., MH membenarkan terjadinya laka tunggal ini, yang mana korbannya merupakan anggota Polres Mimika.

“Dugaan sementara, pengendara membawa kendaraan dalam keadaan dipengaruhi oleh minuman keras,” kata Soeprayogi saat dikonfirmasi awak media, Kamis siang.

Sementara itu dijelaskan juga bahwa hingga Kamis siang kemarin korban masih dirawat di RSUD Mimika.

"Untuk kondisi korban, saat ini belum sadarkan diri dan dirawat di ruangan ICU (Intensif Care Unit) RSUD Mimika," katanya.

Soeprayogi juga mengatakan bahwa rata-rata penyebab terjadinya kecelakaan di Kota Timika dikarenakan mengkonsumsi minuman beralkohol lalu berkendaraan. Oleh karena itu, Ia mengimbau agar pemerintah agar dapat bersama-sama pihaknya membasmi minuman beralkohol.

“Jika hal ini terus berlanjut, maka kecelakaan lalu lintas akibat miras akan semakin tinggi. Untuk itu marilah kita bersatu untuk menghentikan peredaran miras di Kota Timika," katanya.

Peristiwa laka lantas yang terjadi, rata rata pengendara dalam keadaan dipengaruhi minuman beralkohol. Dua bulan terakhir sudah ada beberapa orang meninggal dunia karena kecelakaan akibat dipengaruhi minuman beralkohol dan mabuk. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment