Setiap Pertemuan akan Mendapatkan Lima Manfaat

Bagikan Bagikan
Ustad Setiyono
SAPA (TIMIKA) – Suatu kegiatan yang dilaksanakan merupakan kreatifitas yang rekreatif dan rekeratif yang kreatif. Karenanya setiap kegiatan atau pertemuan yang kita laksanakan akan mendapatkan lima faedah atau manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Ustad Setiyono,S.Pd dalam tausiyahnya pada ngabuburit yang digelar Waanal Coffe and Resto, pada Sabtu (10/6) kemarin mengatakan, pada setiap kegiatan tentanya kita menginginkan ada sesuatu yang kita dapatkan. Dan di dalam Islam sendiri, setiap pertemuan akan mendapatkan lima manfaat.

Manfaat yang pertama adalah, kita akan mendapatkan tambahan ilmu. Setidaknya ilmu saling mengenal satu dengan lainnya. Dengan saling mengenal, maka tidak akan menimbulkan ke dholiman. Tetapi kalau kita kurang saling mengenal, maka akan merugikan orang lain. Terlebih lagi orang-orang yang tidak mengetahuinya.

“Semoga dengan pertemuan ini bisa saling mengenal satu sama lain,”katanya.

Selain itu, dengan saling mengenal orang, maka akan banyak ilmu yang didapatkan. Sehingga, kalau orang memiliki ilmu, maka orang tersebut akan menggunakan pikiran atau logika. Tetapi kalau kita tidak memiliki ilmu, maka akan lebih mengutamakan emosi. Dengan demikian ada dimensi-dimensi yang lain. 

“Karenanya untuk mendapatkan kebenaran, maka membutuhkan ilmu untuk itu. Mudah-mudahan pertemuan ini kita semua akan mendapatkan tambahan ilmu,”jelasnya.

Manfaat kedua, sebuah pertemuan bisa bertambah teman yang baik. Teman yang baik adalah teman yang senantiasa mengingatkan akan hal kebaikan. 

Sehingga disetiap pertemuan diharapkan mendapatkan teman yang baik, saling menolong, memahami, dan yang lainnya.

Ketiga dalam pertemuan ini diharapkan memberikan tambahan ekonomi. Dalam arti, dengan menambah ilmu dan mendapatkan teman, secara otomatis akan tercipta kekeluargaan. Dan lebih menumbuhkan rasa bersyukur. Karena setiap orang yang bersyukur,maka nikmatnya akan ditambah.

“Sesuai janji Allah SWT, barang siapa yang bersyukur atas nikmat yang diberikan, maka akan ditambah. Dan barang siapa yang tidak mengakui nikmat yang diberikan, maka akan diberikan adzab. Sehingga, apabila kita ingin yang lebih, maka harus melakukan yang terbaik,”tuturnya.

Keempat, mendapatkan muatan akhlak yang kita peroleh. Seperti mengikuti ngabuburit ini mendapatkan tambahan ilmu tentang akhlak. Dimana orang puasa, menahan omongan yang tidak perlu dan nafsu. Seperti, dalam keadaan berpuasa masih sering ngomongin orang. 

“Puasa itu tidak diperbolehkan ngrumpi. Bukan berarti setelah puasa kita boleh melakukannya. Karenanya, mumpung di puasa ini kita berlatih menahan diri untuk tidak ngomongin orang bahkan berbohong,”jelasnya.

Kelima, apapun kegiatan yang kita ini bisa membawa keberkahan. Sehingga apabila dalam pertemuan yang dilakukan oleh orang beriman, akan turun berkah dari Allah SWT. 

Lanjutnya, berkah itu seperti apa? Dikatakan berkah, apabila apa yang didapatkan itu mencukupkan, menentramkan, dan kemampuan untuk menolak sakit yang lebih besar. Serta semangat kemampuan mendorong dan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Nya. Sehingga kalau kita mendapatkan sedikit, tetapi kalau itu mencukupkan, maka itu suatu berkah. 

“Dengan mendapatkan berkah dari Allah SWT, maka hidup kita akan selalu tercukupkan dan tentram. Semoga apa yang kita lakukan dapat berkah untuk diri sendiri dan orang lain,”ungkapnya.(Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment