Somadril dan Dextro Didatangkan dari Makassar

Bagikan Bagikan
Iptu Lorentius Kordiali
SAPA (TIMIKA) – Kepala Satres Narkoba Polres Mimika, Iptu Lorentius Kordiali mengungkapkan, para pengedar di Kota Timika mendatangkan obat jenis Somadril dan Dextromethorphan dari Kota Makassar.

"Dari pengakuan para pelaku, mereka datangkan dari Makassar lewat bandara melalui jasa pengiriman dan lewat pelabuhan," ungkap Kordiali di ruang kerjanya, Jumat (16/6).

Ia menyebutkan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya telah mencabut izin edar kedua jenis obat ini sejak 2013 lalu. 

Di Timika, jajaran Satres Narkoba Polres Mimika telah bertemu pihak pengelola apotek dan Dinkes Mimika untuk mengantisipasi meningkatnya peredaran obat Somadril dan Dextro.

"Sudah tahu semua, bahkan mereka lebih paham. Apotek tidak boleh lagi menjual, kalau kedapatan tetap diproses secara hukum," kata Kordiali.

Ia mensinyalir, pengedar Somadril dan Dextro menyasar warga kelas ekonomi menengah, mengingat kedua obat ini dijual dengan harga tak terlalu tinggi. Somadril dan Dextro rata-rata digunakan oleh mereka yang melakukan pekerjaan fisik berat, meski kedua jenis obat ini tak memberikan efek tambahan tenaga.

"Jadi ini hanya pembodohan ke masyarakat saja," katanya.

Informasi yang digali dari berbagai sumber, Somadril disalahgunakan untuk mendapat efek tenang, lebih percaya diri dan menghilangkan rasa malu. Somadril biasa digunakan oleh para pekerja seks baik laki-laki maupun perempuan.

Sementara obat jenis Dextromethorphan disalahgunakan untuk mendapatkan kepuasan sementara atau fly melalui efek halusinasi.

Penyalahgunaan kedua jenis obat ini dapat merusak fungsi otak dan saraf. Bahkan, Dextro dapat menimbulkan kerusakan permanen pada susunan saraf pusat manusia. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment