Tabrakan Kapal Nelayan di Muara Pomako, Satu Orang Hilang

Bagikan Bagikan
Tim SAR saat melakukan pencarian dan penyelamatan di perairan Mimika.
SAPA (TIMIKA) - Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Mimika. Kali ini peristiwa tabrakan antara kapal nelayan terjadi di perairan depan muara pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Senin (12/6) sekitar pukul 21.00 WIT. Akibat dari tabrakan ini, satu orang anak buah kapal (ABK) bernama Ardi dinyatakan hilang. 

Kepala Kantor SAR Timika ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (13/6), membenarkan terkait peristiwa tabrakan dua kapal nelayan ini, yang mana mengakibatkan satu orang dinyatakan hilang.

“Saat dua kapal nelayan tabrakan, korban terlempar ke laut lalu tenggelam. Sampai sekarang belum juga ditemukan," Kepala Kantor SAR Timika, Makhfud, SH saat dihubungi via telepon.

Sebelumnya juga pada Minggu (11/6) petang, satu perahu Long Boat juga mengalami kecelakaan laut dan terbalik di sekitar perairan Kampus Biru. Dalam peritiwa itu dua orang juga dinyatakan hilang dan kini masih dalam pencarian oleh Tim SAR.

“Pencarian esok pagi hingga siang (Rabu 14/6) difokuskan di dua titik itu (Muara Pomako dan Kampus Biru),” kata Makhfud.

Pada kesempatan itu Makhfud juga mengingatkan agar para nelayan ataupun pengguna jasa transportasi laut lainnya agar mempertimbangkan cuaca jika hendak melakukan perjalanan. Pasalnya, kondisi cuaca di wilayah perairan Mimika cukup bergelombang tinggi.

"Kalau melaut, lihat dulu kondisi cuaca dan gelombang. Kalau gelombang tinggi, sebaiknya istirahat dulu. Kalau sudah landai silahkan lakukan perjalanan," ujarnya.

Masalah lain, kata Makhfud, kebanyakan para nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut tidak menyiapkan peralatan keselamatan saat melaut, seperti jaket pelampung dan lainnya.

"Ini yang agak sulit, biasanya perahu-perahu nelayan itu tidak dilengkapi dengan peralatan standar keselamatan seperti jaket pelampung,” kata Makhfud.

Selanjutnya, terkait dua kecelakaan laut ini kata Makhfud, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, maka upaya pencarian korban akan dilakukan pihaknya dalam waktu satu minggu. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment