Terlibat Pecurian Solar Freeport Oknum Polisi Bisa Diberhentikan

Bagikan ke Google Plus
Tersangka Pencuri Solar Freeport
SAPA (TIMIKA) - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan oknum Polres Mimika berinisial CK yang terlibat membekingi aksi pencurian solar milik PT Freeport Indonesia sudah diperiksa Bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) dan bila terbukti bersalah maka bisa diberhentikan.

"Sudah diperiksa oleh Propam. Yang jelas mekanisme hukum harus berjalan," kata Boy Rafli yang ditemui usai acara buka puasa bersama dengan umat muslim di Mimika di Gedung Serba Guna Masjid Agung Babussalam Timika, Kamis (8/6).

Mantan Kadiv Humas Polri itu menegaskan jika dalam pemeriksaan ternyata yang bersangkutan melakukan perbuatan tercela yang merusak citra institusi kepolisian maka CK bisa diberhentikan.

"Kalau perlu jika nanti dalam pemeriksaan ternyata yang bersangkutan sudah tidak layak lagi menjadi anggota Polri, yah kita berhentikan. Masih banyak orang yang ingin menjadi polisi," kata Boy Rafli.

CK, diduga terlibat dalam pencurian solar di areal PT Freeport Indonesia, tepatnya di mile 11 ujung jembatan II Cargodock dekat jembatan Cargo Dok Pelabuhan Portsite Amamapare, Mimika Timur Jauh pada Selasa (6/7) malam. Upaya pencurian dilakukan bersama empat orang warga sipil berinisial AR MK TA dan HS.

"Tersangka lima orang. Mereka dikenakan Pasal 363 ayat 4e KUHP junto Pasal 53 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun," kata Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan,SIK saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Kamis (8/6). 

Dari informasi yang diperoleh, CK diketahui  menyiapkan  peralatan berupa las pemotong pipa, tabung oksigen dan LPG kepada empat pelaku lainnya.

Dikatakan Dion,bahwa pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIT, pelaku menuju ke TKP melalui check poin 28 menggunakan mobil Avansa DS 1231 MF. Tiba di TKP, empat pelaku langsung bekerja dan CK memantau dari kejauhan. Sialnya, saat sibuk memotong pipa, warga kampung mengetahui dan berteriak. Para pelaku kemudian berlari masuk hutan meninggalkan peralatan lasnya.

Warga yang melihat para pelaku melintas Kampung Ayuka pada Rabu pagi langsung menangkapnya dan melaporkan ke pihak kepolisian. (Ant/Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment