TK Kristen Kalam Kudus Tamatkan 103 Anak

Bagikan Bagikan
Prosesi penamatan TK Kristen Kalam Kudus Timika
SAPA (TIMIKA) – Ditahun ajaran 2016-2017 ini, TK Kristen Kalam Kudus Timika melakukan penamatan angkatan VII dengan jumlah 103 anak kelas B. Penamatan 103 anak ini dipusatkan dihalaman TK Kristen Kalam Kudus, Kamis (15/6) dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenny O. Usmany, S.Pd., M.Pd.

Pada kegiatan penamatan anak didik TK Kristen Kalam Kudus ini, selain dilakukan prosesi penamatan, juga diwarnai dengan pertunjukan dari para anak-anak kelas B seperti menari, menyanyi, dan membaca puisi.

Kepala TK Kristen Kalam Kudus Mentauli Hutabarat, SE mengatakan penamatan ini merupakan angkatan ke-VII dengan jumlah 103 anak. Dimana pada penamatan ini, tema yang diambil adalah this is my father world (ini dunia Bapakku-red). Tema ini diambil dari Firman Tuhan yang bertujuan agar anak-anak mengerti dan memahami bahwa dunia atau alam ini ada yang menciptakan. 

“Tema ini sesuai dengan pembelajaran yang diberikan kepada anak-anak, khususnya pada area character building yang menekankan kepada penguatan agama,” kata Mentauli usai penamatan.

Ia menjelaskan, di TK ini pihaknya memberikan delapan area pembelajaran, area pertama adalah life skill (ketrampilan hidup sehari-hari). Pada area ini, anak-anak diajarkan seperti apa yang dilakukan dirumah, misalnya mengancing baju, menuang air, dan hal-hal lainnya. Walaupun itu sifatnya sepele, tetapi sangat bermanfaat dan berguna bagi anak-anak, khususnya untuk kemandirian.

“Ketika belajar di area life skill, anak-anak juga dilatih motorik halusnya,” katanya.

Area kedua adalah sensorik atau bangun ruang. Di area ini, anak-anak diajarkan tentang warna, bentuk, dan lainnya. Sehingga bisa mengenal dan mengetahui, bentuk atau bangun yang ada disekitar kita, misalnya segitiga, persegi, dan lainnya. Ketiga adalah area bahasa, disini kita tekankan pada tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Dan yang keempat adalah matematika atau angka-angka. Di area matematika ini, pihaknya mengajarkan anak-anak kepada yang riil bukan abstrak, dalam arti pada pembelajaran ini menggunakan alat peraga untuk mendukung anak-anak.

Kelima adalah area lingkungan. Di area ini, anak-anak dikenalkan kepada dunia tumbuhan, hewan, dan lingkungan. Karena itu, dalam pembelajaran ini pihaknya mengajak anak-anak keluar kelas untuk melihat secara langsung bentuk daun, batang dan akar apabila itu menyangkut dengan tumbuhan.

Keenam adalah area seni, anak-anak di area ini diajarkan menggambar, mewarnai, mengenal warna, sehingga mengasah anak untuk lebih kreatif. 
Ditambah lagi dengan area ketujuh adalah motor skill, yang lebih mengacu pada olahraga. Dan kedelapan adalah character building, seperti yang sudah dijelaskan diatas.

“Delapan area ini yang diajarkan di TK kami. Ini bertujuan mengasah psikomotorik anak. Sehingga anak-anak bisa memiliki kreatifitas, mandiri, dan tentunya keimanan terhadap Tuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, namun perlu diperhatikan, bahwa setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Dalam arti, ada yang unggul di matematika, bahasa, seni, dan lainnya. Sehingga pihaknya setiap tiga bulan sekali melakukan pertemuan tiga arah, dengan melibatkan guru, anak, dan orang tua.

“Fungsi komunikasi tiga arah, agar orang tua mengetahui kemampuan anak. Sehingga orang tua bisa lebih mendukungnya. Semisal, anak ini kuat di seni, maka orang tua bisa memberikan les privat,” tuturnya.

Kata dia, dengan pemberian pembelajaran di TK ini, pihaknya berharap tamatan dari sekolah memiliki bekal, untuk bisa melanjutkan ke jenjang pembelajaran berikutnya, yakni Sekolah Dasar (SD).

“Kami harap, orang tua mendukung pendidikan anak-anaknya. Dan anak-anak ini juga lebih memahami akan ada pencipta dunia ini. Sehingga akhlak atau keimanan mereka selalu bertambah,” ungkapnya. (Markus Rahalus) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment