TK Negeri Pembina Kembalikan Anak-anak ke Orangtua

Bagikan ke Google Plus
Penamatan TK Negeri Pembina
SAPA (TIMIKA) – Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Pembina Timika, Rabu (13/6), menamatkan sebanyak 96 anak setelah mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tahun ajaran 2016-2017. Penamatan siswa sekaligus mengembalikan pendidikan anak kepada orang tua agar dapat dilanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu Sekolah Dasar (SD). 

Acara pelepasan siswa berlangsung di Aula TK Yosua Timika, Jalan Budi Utomo. Acara ini turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan SD pada Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Levina Kondologit, S.Pd beserta orangtua anak-anak. 

Dalam kegiatan ini, berbagai atraksi dari anak-anak TK Negeri Pembina ditampilkan untuk memeriahkan acara penamatan. 

Kepala TK Negeri Pembina, Lince Giyai kepada Salam Papua usai kegiatan mengatakan, sebenarnya jumlah keseluruhan anak-anak di TK Negeri Pembina ada sebanyak 110 orang. Tetapi yang bisa ditamatkan hanya 96 anak, sementara 14 anak lainnya belum ditamatkan karena usia mereka belum cukup untuk masuk ke tingkat SD. 

“Kami merasa anak-anak yang ditamatkan hari ini sudah mampu dan siap untuk melanjutkan ke jenjang SD. Tentunya ini tidak terlepas dari peran serta orangtua dalam mendidik dan membina anak agar anak-anak ini tidak terpengaruh dan putus dijalan,” kata Lince. 

Lanjut Lince, besar harapan dari para guru, anak-anak yang telah ditamatkan dan dikembalikan ke orangtua ini kedepannya agara dapat menjadi anak yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Selain itu, menurut Lince, alumni yang berasal dari TK Negeri Pembina dikatakannya selalu mendapatkan prestasi yang baik di sekolah dimana murid dari TK Negeri Pembina melanjutkan pendidikannya. 

Sementara itu Kabid PAUD dan SD pada Dispendasbud Mimika dalam sambutannya menyampaikan setelah penamatan ini 96 anak-anak dikembalikan kepada orangtua untuk dilanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya. Karena itu, kata dia, orang tua harus berperan dalam memberikan pendidikan kepada anak selain didalam sekolah. 

“Nantinya kalau anak berhasil, orang tidak bertanya anak ini lulusan TK, SD, SMP atau SMA mana. Tetapi yang ditanyakan adalah siapa orangtua dari anak ini. Karena itu sekarang orangtua lebih berperan dalam pendidikan anak. Sehingga kegiatan anak diluar sekolah harus dipantau dan aktifitas sekolahpun perlu diperhatikan agar anak-anak betul belajar,” terang Levina. 

Lanjut Levina, sekolah harus lebih menunjukan kemampuan dalam bersaing. Agar setiap tahun ajaran siswa bukannya berkurang melainkan bertambah. 

Pemerintah memang tidak bisa memberikan bantuan kepada semua sekolah sekaligus, tetapi bantuan secara bertahap. Hal itu karena jumlah sekolah di Timika sangat banyak, misalkan saja TK, saat ini saja sudah ada lebih dari 100 sekolah, sehingga itulah yang membuat sehingga bantuan belum dapat diberikan sekaligus kepada semua sekolah. Tetapi diharapkan sekolah tetap mempertahankan prestasi dan mutu serta kualitas pendidikan. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment