Unjuk Rasa SPSI Berjalan Lancar dan Aman

Bagikan Bagikan
Apel gabungan dalam rangka mengamankan demo SPSI di Pusat Pemerintah Kabupaten Mimika
SAPA (TIMIKA) - Aparat keamanan di Kabupaten Mimika mengerahkan sedikitnya 450 pesonel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP dalam mengamankan aksi unjuk rasa seribuan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) , sub kontraktor dan privatisasi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Aksi digelar di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kampung Karang Senang – SP 3, Rabu (6/6). Dalam aksi unjuk rasa ini, aparat keamanan mengklaim berjalan dengan lancar secara aman dan damai. 

“Syukurlah, dari awal star hingga berakhir seluruh kegiatan tidak ada ganguan apapun dan berlangsung dengan aman,” ujar Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa, SH, usai mengamankan jalannya aksi unjuk rasa organisasi SPSI.

Sebelumnya pada apel bersama aparat keamanan untuk pengamanan aksi ini, wakapolres dalam arahannya menyampaikan agar pengamanan yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa TNI dan Polri kompak mempertahankan keamanan Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman.

“Polri dan TNI dituntut selain netral, juga mampu menyusun langkah keamanan. Petakan kerawanan konflik, tangani dengan cara persuasif hingga represif,” kata Korowa.

Ia berharap masyarakat tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya dan tidak panik terkait adanya aksi unjuk rasa ini bahkan dengan penambahan aksi mogok yang dilakukan oleh karyawan hingga beberapa hari kedepan.

Sebelum massa aksi membubarkan diri, wakapolres meminta agar seluruh peserta aksi dapat bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Mimika.

“Jangan ada dusta diantara kita, percayalah kepada aparat kepolisian bahwa kami dalam melaksanakan tugas tidak ada tendensi ataupun kepentingan apapun.” Terang Korowa.

Peserta unjuk rasa sebelumnya pada pagi hari telah berkumpul di lapangan Timika Indah dan selanjutnya bergerak menuju Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika dengan dikawal aparat keamanan.

Massa pengunjuk rasa yang tiba dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan dukungan kepada Ketua PUK SPSI PTFI Sudiro. Beberapa poin tuntutan mereka antara lain bebaskan Sudiro, hentikan proses mutasi, hentikan furlough dan hentikan praktek union busting. 

Massa mendesak pemerintah untuk segera membuka ruang perundingan tri partit guna menyelesaikan masalah furlough dan PHK dan dianggap sepihak telah terjadi dilingkungan kerja PTFI. Selain itu massa mendesak perusahaan untuk menghentikan intervensi kepada pihak bank dan BPJS yang melakukan pemblokiran secara sepihak dan dianggap tidak berperikemanusiaan kepada pekerja yang melakukan aksi mogok. 

Selanjutnya dalam aksi teatrikal yang juga dilakukan, pemeran menggambarkan adanya oknum pengusaha di PTFI yang membagi-bagikan uang kepada pemerintah, hakim, tokoh agama, paguyuban, aparat penegak hukum maupun bank. Dimana teatrikal itu menunjukkan bahwa adanya dugaan suap yang terjadi dalam masalah ini, sehingga hukum maupun aparat pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa terkait masalah yang dihadapi karyawan. Selain itu ada juga teatrikal lainnya ditambah pembacaan puisi tentang matinya aturan dan keadilan bagi buruh atau pekerja lingkungan PTFI. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment