Ustad Ahmad Salim : Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Bulan suci Ramadhan merupakan bulan kebaikan yang mana Ibadah diterima oleh Allah, doa-doa akan Allah kabulkan, segala dosa diampuni dan bahkan surga merindukan orang-orang yang menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk.

Ustad Ahmad Salim, menyebutkan ada empat golongan yang dirindukan surga, diantaranya orang yang suka membaca Al Qur'an di bulan suci, orang yang menjaga lisan, orang yang suka memberikan makan kepada orang yang lapar dan yang terakhir orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Dijelaskan, ditekankan bagi seorang muslim yang mengharap rahmat Allah dan takut akan siksa-Nya untuk memperbanyak membaca Al Qur’anul Karim pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan dan pahalanya. 

Sebagaimana dalam sebuah hadist, Bacalah Al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya. (HR. Muslim dari Abu Umamah).

“Bulan Ramadhan memiliki kekhususan dengan Al-Qur’anul Karim, sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah: 185, Bulan ramadhan, yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an,” katanya.

Berikutnya, orang yang menjaga lisan ialah yang mampu menjaga lisannya dari menceritakan keburukan atau bahkan membuka aib seseorang, karena hal tersebut sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan orang yang suka memberikan makan kepada orang yang lapar ialah orang yang suka bersedekah. 

“Bersedekah tidak hanya dilakukan dalam keadaan merasa mampu secara finansial,” ujarnya.

Terakhir, kata Ustad Ahmad Salim berpuasa di bulan suci Ramadhan sebagaimana dalam sebuah hadist yang artinya, barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT maka akan diampuni dosa-dosanya terdahulu.

“Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,” tuturnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment