Ustadz Abdul Rochim : Para Suami Harus Mencontoh Rasulullah SAW

Bagikan Bagikan
Suami Harus mencontoh Rasulullah
SAPA (TIMIKA) - Rasulullah ShalallahuAlaihi wasallam adalah orang yang mulia, tetapi di tengah keluarganya beliau-beliau selalu menunjukkan sikap yang baik dan penuh kasih sayang terhadap keluarganya.

Rasulullah dikisahkan, sebelum memasuki rumahnya beliau bersiwak karena beliau merupakan orang yang sangat romantis dengan keluarganya khususnya dengan istrinya, pada saat masuk minimal beliau memeluk istrinya dan bahkan mencium istrinya.

"Ini menjadi contoh untuk kita Bagaimana menjadi suami yang romantis untuk istri kita," kata Ustadz Abdul Rochim saat tausiyah dalam acara buka puasa bersama di Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Jum'at (9/6).

Dikatakan, Rasulullah di tengah keluarganya banyak ketawa banyak senyum dan beliau tidak pernah marah apalagi memukul istrinya.

 "Kalau beliau lagi marah sama istrinya beliau pergi i'tikaf di rumahnya tidak pernah beliau anarkis beliu sangat lembut," tutur Ustadz Abdul Rochim.

Seorang sahabat bertanya kepada Aisyah Radhiallahu Anhu, bagaimana Rasulullah jika sedang berada di rumah, dan Aisyah menjawab Rasulullah di rumah itu jika bajunya sobek ditambal sendiri, beliau juga membantu istrinya dan mengurus rumah tangga seperti mencuci dan membersihkan rumah setelah melihat Rasulullah.

Dengan anak-anaknya juga beliau berakhlak mulia, beliau berjalan dan bertemu dengan anak-anak maka beliau bersalam beliau begitu akrab dengan anak kecil. Lanjutnya, didalam rumahnya ada yang beragama muslim ada juga orang Yahudi tapi beliau adil. Rasulullah tidak pernah membentak maupun berkata kasar. 

Rasulullah saat berbicara tidak pernah menyamping. Suatu ketika saat berbicara dengan sahabat Rasulullah sedang menyamping beliau selalu memutar badannya untuk berhadapan dengan sahabatnya ini sebagai bentuk penghormatan dan sebagai sikap menghargai sahabatnya.

"Sikap inilah yang membuat Rasulullah oleh sahabatnya selalu dianggap menjadi orang yang saling mencintai mereka," tutur Ustadz Abdul Rochim.

Lalu bagaimana sikap Nabi dengan yang bukan orang muslim suatu ketika beliau berjanji dengan orang-orang Quraisy sebelum masuk Islam. Seorang sahabat berkata ini adalah hari balas dendam dan nabi menjawab, tidak ini adalah hari kasih sayang. Di dalam Makkah itu beli yang membawa 100.000 pasukan tetapi tidak ada pertumpahan darah, maka beliau diampuni oleh Rasulullah.

"Kita ini Islam, dan Islam itu tidak ada yang anarkis, tidak ada yang membakar gereja, tidak ada yang merusak apapun itu bukanlah Islam itu itu oknum. Islam itu menghargai sesama sangat toleran begitulah yang diajarkan oleh Rasulullah," jelas Ustadz Abdul Rochim. (Anya Fatma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

2 komentar:

  1. memiliki sifat yang pantang menyerah pemaaf dan baik hati adalah satu anugrah dari yang Empunya , bisa check kisah si pendiri BCA atau BANK CENTRAL ASIA

    ReplyDelete